Aku
pikir diriku sudah cukup ikhlas menerima apapun hasil yang akan aku dengar
nanti, tapi ternyata diri ini terlalu rapuh untuk bisa menghadang anak ombak
sekalipun. Kembali air mata ini seakan tak sanggup untuk ku bendung.. Allah
yang Maha Pengasih, yang selalu mengasihi setiap hambaNya tanpa terkecuali,
diri ini memang terlalu hina untuk menjadi seseorang yang pantas untuk Engkau
kasihi, betapa diri ini terlalu banyak berlumur dosa, Allah, tanpaMu mungkin
hidupku hancur tak tentu arah, tanpaMu mungkin aku bagai anak kucing kehilangan
induknya. Allah, kali ini aku kembali bertepekur, meminta padaMu yaa Rabb,
pemilik seluruh jagat raya ini, Perkenankanlah doaku kali ini.
Allah,
satu tahun yang lalu aku sangat ingin melalui masa-masa ini, ingin seperti
teman-teman yang sibuk mempersiapkan tempat mereka melanjutkan pendidikan pada
level selanjutnya, mungkin memang aku harus bersabar karena aku tidak bisa
merasakan hal itu di saat teman-teman yang lain merasakannya. Allah, terima kasih
karena akhirnya aku bisa mengalami peristiwa itu, terima kasih karena setelah
satu tahun lamanya aku menunggu, mencoba bersabar dengan tangis dan harapku,
akhirnya kau kabulkan keinginanku ini, Alhamdulillah. Sejak itu aku selalu
menambahkan satu kalimat dalam setiap perbincanganku denganMu, “ya Allah,
terima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan, terima kasih atas
setiap jalan keluar bagi setiap masalah2 ku ini. Ya Allah, aku ikhlas
menghadapi setiap masalah yang Engkau hadirkan dalam hidupku, karena aku yakin
pasti akan ada jalan keluar bagi setiap masalah2 itu”
Allah
mungkin kurang pasntas aku mengharapkan sesuatu yang besar dari Mu, sedang diri
ini tiada pernah melakukan pengorbanan yang besar untuk tegaknya AgamaMu.
Allah, mungkin tak pantas diri ini mencoba mengingat2 kebaikan yang selama ini
sudah aku lakukan, terlalu sombong mungkin untuk di bilang sebuah kebaikan
karena aku sendiri tak bisa menilai ketulusan niat pada setiap kebaikan itu,
Allah, mungkin kadang niat ini melenceng, mungkin kadang terbersit pikiran
mendua, tapi Robbi semoga Kau selalu maklum atas lemahnya makhlukMu ini. Allah,
jika memang di izinkan, boleh kah aku mengingat kebaikan2ku selama satu tahun
ini? Jika Kau ijinkan, boleh kah aku menukar semua kebaikan2 itu dengan
kemudahan jalan untuk ku mewujudkan keinginan2 ku ini? Bolehkan Tuhan?
“ayu
mah pasti lulus, try outnya udah lulus kan? Pasti snmptn nya juga lulus” _ibu_
“udah
kamu maah pasti snmptn nya lulus, belajarnya aja ngga kenal waktu” _mbah_
“kamu
harus lulus snmptnnya, mudah2an lulus.. aamiin” _mamah_
“mudah2an
lulus yaa snmptnnya , diberi kemudahan ngerjain soalnya..” _bunda_
“ayuu,
kamu kurus banget, stress yaa mikirin ujian? Banyak makan yaa.. mudah2an sukses
ujiannya” _bunda lulu_
“sukses
yaa chy snmptnnya, smoga diterima di ptn dan jurusan yang di pengenin.. aamiin”
_temen2_
Allah,
saat ini, begitu banyak orang yang percaya bahwa aku bisa melewati ujian ini
dengan baik, Allah kabulkan doa baik mereka yang udah percaya kalo aku pasti
lulus snmptn nya. Allah beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka,