Minggu, 04 November 2012

Started from Researching, All Become Existing



Akibat globalisasi, semakin hari kita semakin merasa kejar-kejaran dengan banyaknya teknologi baru yang muncul silih berganti. Tapi dari sekian banyaknya teknologi yang mulai bermunculan, sadarkah kalian bahwa ternyata jarang sekali kita temukan karya-karya anak negeri yang bisa diunggulkan di mata dunia? Lantas kemana generasi-generasi muda Indonesia? Berdasarkan data World Bank pada 2004 disebutkan jumlah peneliti Indonesia sebanyak 207 peneliti per satu juta penduduk. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Data tersebut cukup menggambarkan bahwa budaya meneliti di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini mengingatkan kita, bahwa Indonesia memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki dunia pendidikan di negeri ini. Potensi peneliti Indonesia cukup tinggi. Jumlah peneliti perguruan tinggi berpendidikan magister sebanyak 71.489 orang, berkualifikasi doktor 13.033 orang, dan guru besar 4.500 orang. Seharusnya ini bisa menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada, khususnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Di lain pihak, banyak hal yang telah kita rasakan sekarang yang ternyata semuanya berawal dari meneliti.
Tulisan ini ditujukan untuk menginformasikan tentang pentingnya meneliti bagi kelangsungan hidup manusia dan mengajak generasi bangsa untuk memulai budaya meneliti karena kita sebagai motor penggerak peradaban, serta menjabarkan dampak-dampak yang dihasilkan dari kegiatan meneliti. Kenapa harus meneliti? Karena meneliti itu menyenangkan!
Penelitian dan pengembangan eksperimental kerja formal yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan stok pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang kemanusiaan, budaya dan masyarakat, digunakan untuk membangun atau mengkonfirmasi fakta-fakta, menegaskan hasil pekerjaan sebelumnya, memecahkan masalah baru atau yang sudah ada, dukungan teorema, atau mengembangkan teori baru. Penelitian ilmiah bergantung pada penerapan metode ilmiah, yang memanfaatkan rasa ingin tahu . Penelitian ini memberikan informasi dan teori-teori untuk penjelasan dari alam dan sifat dari dunia. Penelitian, kata ini berasal dari Perancis Tengah "recherche", yang berarti "untuk pergi mencari", istilah itu sendiri yang berasal dari Prancis Lama istilah "recerchier" kata majemuk dari "re-"+"cerchier", atau "sercher ", yang berarti 'pencarian'. Menurut Martyn Shuttleworth, “Dalam arti luas, definisi penelitian meliputi setiap pengumpulan data, informasi dan fakta-fakta untuk kemajuan pengetahuan". Definisi lain dari penelitian diberikan oleh Creswell yang menyatakan, "Penelitian adalah proses langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk meningkatkan pemahaman kita tentang suatu topik atau masalah". Ini terdiri dari tiga langkah: Pose pertanyaan, mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan, dan menyajikan jawaban atas pertanyaan.
Ada orang yang hanya bisa belajar dengan guru, disuapi ilmu dan didikte habis-habisan. Ada yang cukup belajar dari katak yang melompat atau angin yang berhembus pelan lalu memporak-porandakan seluruh kota. Dan ada yang cukup belajar dari apel yang jatuh dari pohonnya. Ada guru yang banyak bicara tanpa berbuat. Ada yang lebih pandai berbuat daripada berkata. Bahkan ada juga yang memadukan kata dan perbuatan. Yang tak dapat belajar dari guru alam dan dinamika lingkungannya, sangat berpotensi untuk belajar dari guru manusia. Yang tidak bisa mengambil pelajaran dari perjalanan hidup orang lain, harus mengambilnya dari pengalamannya sendiri, dan itu harus dibayar dengan sangat mahal. Benar, manusia memerlukan guru manusia, tetapi apa yang bisa dilihatnya diterik siang dibawah lampu ribuan watt, bila matanya ditutup rapat? . Sebuah bangsa yang sudah "merdeka" 67 tahun, namun tak peduli bagaimana menghemat cadangan energi, tak tahu bagaimana membuang sampah, ringan tangan membakar hutan dan me-WC-kan sungai-sungai kota mereka, tentulah bukan bangsa yang pandai mendidik diri. Disinilah peran kita sebagai pemuda sangat dibutuhkan.
Pemuda, yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat kebenaran dibalik rahasia alam semesta. Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan. Yang dengan kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah untuk kemudian membangun hakikat peradaan kemanusiaan. Pemuda, yang di pundaknya lah tertumpu berjuta harapan, di dirinya lah terkumpul potensi keutamaan, di tangannya lah terletak penyelesaian permasalahan ummat. di matanya sinar akan menguak kegelapan, di perjuangannya tergantung bangunan ketinggian peradaban kemanusiaan. Pemuda, raihlah ketinggian gapailah kemuliaan, temukan hakikat kebahagiaan , tegarkan diri menghadang badai, tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan lambungkan jiwa meninggi menembus batas birunya langit….
Sebagai sosok pemuda yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh negeri ini, sudah seyogyanya kita bisa memberikan kontribusi terbaik kita bagi pemecahan masalah yang ada di negeri ini. Tapi kita tidak akan pernah bisa memberikan kontribusi terbaik kita selama kita belum memulai. Bagaimana cara memulainya? Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, langkah awal yang harus kita lakukan adalah dengan meneliti, mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi dan mengidentifikasi solusi terbaik yang harus ditempuh untuk memberantas masalah tersebut. Coba kita bertanya pada diri sendiri, bagaimana selama ini kita menghabiskan waktu kosong kita? Kemana kita mengisi waktu kosong kita? Dan apa yang kita hasilkan dari waktu kosong kita itu? Tidak dapat dipungkiri lagi, remaja jaman sekarang akan lebih senang berlama-lama dipusat perbelanjaan atau pusat hiburan dibandingkan dengan berlama-lama di perpustakaan atau di laboratorium. Remaja sekarang akan lebih betah berlama-lama dengan handphone-handphone mereka dibandingkan dengan buku-buku pelajaran mereka. Hal ini disebabkan karena banyak remaja yang masih berpikiran bahwa meneliti itu adalah sesuatu hal yang sulit, hanya orang-orang jenius yang bisa meneliti, banyak waktu yang harus dikorbankan untuk belajar, tidak punya waktu untuk bermain, dan alasan-alasan lainnya. Padahal coba kita lihat sekarang, bahkan seorang anak kecil pun sudah mulai bisa meneliti. Meneliti itu bukan berarti harus berdiam diri di laboratorium semalaman suntuk, tapi kita bisa mulai meneliti dari hal-hal kecil yang kita jumpai di sekitar kita. Meneliti itu bukan hanya dilakukan dibidang science tapi dalam bidang kemasyarakatan pun meneliti tetap bisa dilakukan. Sayangnya, kebanyakan remaja di negeri ini sudah anti oleh hal-hal yang berbau penelitian, padahal penelitian itu tidak sesulit yang dibayangkan, justru penelitian akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Apa penilaian kita terhadap arti penting keilmiahan Newton? Apabila kita buka-buka indeks ensiklopedia ilmu pengetahuan, kita akan jumpai ihwal menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan penemuan-penemuannya dua atau tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ihwal ilmuwan yang manapun juga. Kata cendikiawan besar Leibniz yang sama sekali tidak dekat dengan Newton bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit: "Dari semua hal yang menyangkut matematika dari mulai dunia berkembang hingga adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik." Juga pujian diberikan oleh sarjana besar Perancis, Laplace: "Buku Principia Newton berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia." Dan Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup. Sedangkan Ernst Mach dalam tulisannya di tahun 1901 berkata, "Semua masalah matematika yang sudah terpecahkan sejak masa hidupnya merupakan dasar perkembangan mekanika berdasar atas hukum-hukum Newton." Ini mungkin merupakan penemuan besar Newton yang paling ruwet: dia menemukan wadah pemisahan antara fakta dan hukum, mampu melukiskan beberapa keajaiban namun tidak banyak menolong untuk melakukan dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada kita rangkaian kesatuan hukum-hukum yang mampu dipergunakan buat permasalahan fisika dalam ruang lingkup rahasia yang teramat luas dan mengandung kemungkinan untuk melakukan dugaan-dugaan yang tepat.
Coba kita bayangkan seandainya orang-orang terdahulu juga malas untuk meneliti, apa jadinya dunia sekarang ini? Jika Einstein tidak meneliti kenapa apel selalu jatuh kebawah maka kita tidak akan pernah tahu kalau di dunia ini berlaku hukum grafitasi. Jika Thomas Alfa Edison tidak pernah meneliti cara kerja lampu dan mengaplikasikannya, mungkin dunia tidak akan seterang seperti sekarang ini. Jika Martin Cooper tidak pernah meneliti dan menemukan teknologi handphone, maka sampai hari ini kita tidak akan pernah merasakan kecanggihan alat yang selalu menjadi teman setia anda, memudahkan segala kegiatan anda terutama dalam hal komunikasi. Jika J.C.R Licklider tidak pernah malakukan penelitian dan menemukan internet, maka dapat dipastikan dunia tidak akan seramai ini, kalian tidak akan merasakan jejaring social yang sedanga marak sekarang. Tidak ada acebook, Friendster, skye, twiter, dan jejaring social lainnya. Orang dulu mungkin menganggap adalah hal yang mustahil dua orang yang terpisah jarak dan waktu dapat berkomunikasi langsung, tapi kini hal itu sudah menjadi hal yang biasa. Itu semua berawal dari meneliti. Karena meneliti bisa menciptakan sesuatu yang mustahil menjadi ada. Karena meneliti, maka semua yang tadinya tidak ada menjadi ada.
Meneliti itu menyenangkan, mengambil masalah dan mencoba untuk menemukan semua seluk beluk tentang hal itu dan bagaimana hal itu relevan dengan serangkaian tertentu fakta. Meneliti itu menyenangkan, menjawab pertanyaan yang sering kali hinggap dan akhirnya menciptakan sebuah kepuasan. Meneliti itu menyenangkan, bahkan dampaknya pun sangat kita rasakan, mulai dari membuka mata sampai mata ini terpejam kembali. Mungkin aneh, tapi saya benar-benar berpikir bahwa hal itu menyenangkan. Ditambah lagi, saya dapat  belajar  lebih banyak tentang topik dan dapat menyimpan informasi untuk referensi di masa mendatang. Itu benar-benar membuat saya merasa seperti saya menambahkan nilai untuk kasus dan mendidik diri untuk masa depan. Karena hari terbaik tidak ketika Anda menemukan apa yang Anda cari, tetapi ketika Anda menemukan sesuatu yang sama sekali tak terduga. Tidak ada salahnya untuk dari sekarang kita mencoba melihat ke kanan-kiri kita, mencoba lebih “melek” lingkungan, perduli dengan permasalahan bangsa. Coba mengkritisi masalah-masalah yang terjadi, menjadi seorang inisiator, dan mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan ide-ide yang briliant, yang nantinya dapat membantu memecahkan masalah bangsa, serta memberikan kontribusi terbaik kita. Lagi-lagi, itu semua karena meneliti itu menyenangkan. “Ruang ada karena dipikirkan ada”, tidak mustahil suatu saat nanti nama kita yang akan dielu-elukan oleh dunia karena penemuan yang kita temukan, tidak mustahil suatu hari nanti kita akan dikenang sebagai orang yang berpengaruh di dunia. Tidak ada yang mustahil selama kita mau untuk memulai segalanya. Selamat meneliti, selamat memasuki dunia baru yang penuh dengan keajaiban-keajaiban rahasia alam semesta yang belum pernah terungkap.


Ayu Chintia Dewi
   Pendidikan fisika Reguler 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar