Minggu, 04 November 2012

Started from Researching, All Become Existing



Akibat globalisasi, semakin hari kita semakin merasa kejar-kejaran dengan banyaknya teknologi baru yang muncul silih berganti. Tapi dari sekian banyaknya teknologi yang mulai bermunculan, sadarkah kalian bahwa ternyata jarang sekali kita temukan karya-karya anak negeri yang bisa diunggulkan di mata dunia? Lantas kemana generasi-generasi muda Indonesia? Berdasarkan data World Bank pada 2004 disebutkan jumlah peneliti Indonesia sebanyak 207 peneliti per satu juta penduduk. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Data tersebut cukup menggambarkan bahwa budaya meneliti di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini mengingatkan kita, bahwa Indonesia memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki dunia pendidikan di negeri ini. Potensi peneliti Indonesia cukup tinggi. Jumlah peneliti perguruan tinggi berpendidikan magister sebanyak 71.489 orang, berkualifikasi doktor 13.033 orang, dan guru besar 4.500 orang. Seharusnya ini bisa menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada, khususnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Di lain pihak, banyak hal yang telah kita rasakan sekarang yang ternyata semuanya berawal dari meneliti.
Tulisan ini ditujukan untuk menginformasikan tentang pentingnya meneliti bagi kelangsungan hidup manusia dan mengajak generasi bangsa untuk memulai budaya meneliti karena kita sebagai motor penggerak peradaban, serta menjabarkan dampak-dampak yang dihasilkan dari kegiatan meneliti. Kenapa harus meneliti? Karena meneliti itu menyenangkan!
Penelitian dan pengembangan eksperimental kerja formal yang dilakukan secara sistematis untuk meningkatkan stok pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang kemanusiaan, budaya dan masyarakat, digunakan untuk membangun atau mengkonfirmasi fakta-fakta, menegaskan hasil pekerjaan sebelumnya, memecahkan masalah baru atau yang sudah ada, dukungan teorema, atau mengembangkan teori baru. Penelitian ilmiah bergantung pada penerapan metode ilmiah, yang memanfaatkan rasa ingin tahu . Penelitian ini memberikan informasi dan teori-teori untuk penjelasan dari alam dan sifat dari dunia. Penelitian, kata ini berasal dari Perancis Tengah "recherche", yang berarti "untuk pergi mencari", istilah itu sendiri yang berasal dari Prancis Lama istilah "recerchier" kata majemuk dari "re-"+"cerchier", atau "sercher ", yang berarti 'pencarian'. Menurut Martyn Shuttleworth, “Dalam arti luas, definisi penelitian meliputi setiap pengumpulan data, informasi dan fakta-fakta untuk kemajuan pengetahuan". Definisi lain dari penelitian diberikan oleh Creswell yang menyatakan, "Penelitian adalah proses langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi untuk meningkatkan pemahaman kita tentang suatu topik atau masalah". Ini terdiri dari tiga langkah: Pose pertanyaan, mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan, dan menyajikan jawaban atas pertanyaan.
Ada orang yang hanya bisa belajar dengan guru, disuapi ilmu dan didikte habis-habisan. Ada yang cukup belajar dari katak yang melompat atau angin yang berhembus pelan lalu memporak-porandakan seluruh kota. Dan ada yang cukup belajar dari apel yang jatuh dari pohonnya. Ada guru yang banyak bicara tanpa berbuat. Ada yang lebih pandai berbuat daripada berkata. Bahkan ada juga yang memadukan kata dan perbuatan. Yang tak dapat belajar dari guru alam dan dinamika lingkungannya, sangat berpotensi untuk belajar dari guru manusia. Yang tidak bisa mengambil pelajaran dari perjalanan hidup orang lain, harus mengambilnya dari pengalamannya sendiri, dan itu harus dibayar dengan sangat mahal. Benar, manusia memerlukan guru manusia, tetapi apa yang bisa dilihatnya diterik siang dibawah lampu ribuan watt, bila matanya ditutup rapat? . Sebuah bangsa yang sudah "merdeka" 67 tahun, namun tak peduli bagaimana menghemat cadangan energi, tak tahu bagaimana membuang sampah, ringan tangan membakar hutan dan me-WC-kan sungai-sungai kota mereka, tentulah bukan bangsa yang pandai mendidik diri. Disinilah peran kita sebagai pemuda sangat dibutuhkan.
Pemuda, yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat kebenaran dibalik rahasia alam semesta. Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan. Yang dengan kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah untuk kemudian membangun hakikat peradaan kemanusiaan. Pemuda, yang di pundaknya lah tertumpu berjuta harapan, di dirinya lah terkumpul potensi keutamaan, di tangannya lah terletak penyelesaian permasalahan ummat. di matanya sinar akan menguak kegelapan, di perjuangannya tergantung bangunan ketinggian peradaban kemanusiaan. Pemuda, raihlah ketinggian gapailah kemuliaan, temukan hakikat kebahagiaan , tegarkan diri menghadang badai, tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan lambungkan jiwa meninggi menembus batas birunya langit….
Sebagai sosok pemuda yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh negeri ini, sudah seyogyanya kita bisa memberikan kontribusi terbaik kita bagi pemecahan masalah yang ada di negeri ini. Tapi kita tidak akan pernah bisa memberikan kontribusi terbaik kita selama kita belum memulai. Bagaimana cara memulainya? Dalam menyelesaikan suatu permasalahan, langkah awal yang harus kita lakukan adalah dengan meneliti, mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi dan mengidentifikasi solusi terbaik yang harus ditempuh untuk memberantas masalah tersebut. Coba kita bertanya pada diri sendiri, bagaimana selama ini kita menghabiskan waktu kosong kita? Kemana kita mengisi waktu kosong kita? Dan apa yang kita hasilkan dari waktu kosong kita itu? Tidak dapat dipungkiri lagi, remaja jaman sekarang akan lebih senang berlama-lama dipusat perbelanjaan atau pusat hiburan dibandingkan dengan berlama-lama di perpustakaan atau di laboratorium. Remaja sekarang akan lebih betah berlama-lama dengan handphone-handphone mereka dibandingkan dengan buku-buku pelajaran mereka. Hal ini disebabkan karena banyak remaja yang masih berpikiran bahwa meneliti itu adalah sesuatu hal yang sulit, hanya orang-orang jenius yang bisa meneliti, banyak waktu yang harus dikorbankan untuk belajar, tidak punya waktu untuk bermain, dan alasan-alasan lainnya. Padahal coba kita lihat sekarang, bahkan seorang anak kecil pun sudah mulai bisa meneliti. Meneliti itu bukan berarti harus berdiam diri di laboratorium semalaman suntuk, tapi kita bisa mulai meneliti dari hal-hal kecil yang kita jumpai di sekitar kita. Meneliti itu bukan hanya dilakukan dibidang science tapi dalam bidang kemasyarakatan pun meneliti tetap bisa dilakukan. Sayangnya, kebanyakan remaja di negeri ini sudah anti oleh hal-hal yang berbau penelitian, padahal penelitian itu tidak sesulit yang dibayangkan, justru penelitian akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Apa penilaian kita terhadap arti penting keilmiahan Newton? Apabila kita buka-buka indeks ensiklopedia ilmu pengetahuan, kita akan jumpai ihwal menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan penemuan-penemuannya dua atau tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ihwal ilmuwan yang manapun juga. Kata cendikiawan besar Leibniz yang sama sekali tidak dekat dengan Newton bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit: "Dari semua hal yang menyangkut matematika dari mulai dunia berkembang hingga adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik." Juga pujian diberikan oleh sarjana besar Perancis, Laplace: "Buku Principia Newton berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia." Dan Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup. Sedangkan Ernst Mach dalam tulisannya di tahun 1901 berkata, "Semua masalah matematika yang sudah terpecahkan sejak masa hidupnya merupakan dasar perkembangan mekanika berdasar atas hukum-hukum Newton." Ini mungkin merupakan penemuan besar Newton yang paling ruwet: dia menemukan wadah pemisahan antara fakta dan hukum, mampu melukiskan beberapa keajaiban namun tidak banyak menolong untuk melakukan dugaan-dugaan; dia mewariskan kepada kita rangkaian kesatuan hukum-hukum yang mampu dipergunakan buat permasalahan fisika dalam ruang lingkup rahasia yang teramat luas dan mengandung kemungkinan untuk melakukan dugaan-dugaan yang tepat.
Coba kita bayangkan seandainya orang-orang terdahulu juga malas untuk meneliti, apa jadinya dunia sekarang ini? Jika Einstein tidak meneliti kenapa apel selalu jatuh kebawah maka kita tidak akan pernah tahu kalau di dunia ini berlaku hukum grafitasi. Jika Thomas Alfa Edison tidak pernah meneliti cara kerja lampu dan mengaplikasikannya, mungkin dunia tidak akan seterang seperti sekarang ini. Jika Martin Cooper tidak pernah meneliti dan menemukan teknologi handphone, maka sampai hari ini kita tidak akan pernah merasakan kecanggihan alat yang selalu menjadi teman setia anda, memudahkan segala kegiatan anda terutama dalam hal komunikasi. Jika J.C.R Licklider tidak pernah malakukan penelitian dan menemukan internet, maka dapat dipastikan dunia tidak akan seramai ini, kalian tidak akan merasakan jejaring social yang sedanga marak sekarang. Tidak ada acebook, Friendster, skye, twiter, dan jejaring social lainnya. Orang dulu mungkin menganggap adalah hal yang mustahil dua orang yang terpisah jarak dan waktu dapat berkomunikasi langsung, tapi kini hal itu sudah menjadi hal yang biasa. Itu semua berawal dari meneliti. Karena meneliti bisa menciptakan sesuatu yang mustahil menjadi ada. Karena meneliti, maka semua yang tadinya tidak ada menjadi ada.
Meneliti itu menyenangkan, mengambil masalah dan mencoba untuk menemukan semua seluk beluk tentang hal itu dan bagaimana hal itu relevan dengan serangkaian tertentu fakta. Meneliti itu menyenangkan, menjawab pertanyaan yang sering kali hinggap dan akhirnya menciptakan sebuah kepuasan. Meneliti itu menyenangkan, bahkan dampaknya pun sangat kita rasakan, mulai dari membuka mata sampai mata ini terpejam kembali. Mungkin aneh, tapi saya benar-benar berpikir bahwa hal itu menyenangkan. Ditambah lagi, saya dapat  belajar  lebih banyak tentang topik dan dapat menyimpan informasi untuk referensi di masa mendatang. Itu benar-benar membuat saya merasa seperti saya menambahkan nilai untuk kasus dan mendidik diri untuk masa depan. Karena hari terbaik tidak ketika Anda menemukan apa yang Anda cari, tetapi ketika Anda menemukan sesuatu yang sama sekali tak terduga. Tidak ada salahnya untuk dari sekarang kita mencoba melihat ke kanan-kiri kita, mencoba lebih “melek” lingkungan, perduli dengan permasalahan bangsa. Coba mengkritisi masalah-masalah yang terjadi, menjadi seorang inisiator, dan mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan ide-ide yang briliant, yang nantinya dapat membantu memecahkan masalah bangsa, serta memberikan kontribusi terbaik kita. Lagi-lagi, itu semua karena meneliti itu menyenangkan. “Ruang ada karena dipikirkan ada”, tidak mustahil suatu saat nanti nama kita yang akan dielu-elukan oleh dunia karena penemuan yang kita temukan, tidak mustahil suatu hari nanti kita akan dikenang sebagai orang yang berpengaruh di dunia. Tidak ada yang mustahil selama kita mau untuk memulai segalanya. Selamat meneliti, selamat memasuki dunia baru yang penuh dengan keajaiban-keajaiban rahasia alam semesta yang belum pernah terungkap.


Ayu Chintia Dewi
   Pendidikan fisika Reguler 2012

Minggu, 30 September 2012

Yakin udah ikhlas ? (testimoni snmptn)



Aku pikir diriku sudah cukup ikhlas menerima apapun hasil yang akan aku dengar nanti, tapi ternyata diri ini terlalu rapuh untuk bisa menghadang anak ombak sekalipun. Kembali air mata ini seakan tak sanggup untuk ku bendung.. Allah yang Maha Pengasih, yang selalu mengasihi setiap hambaNya tanpa terkecuali, diri ini memang terlalu hina untuk menjadi seseorang yang pantas untuk Engkau kasihi, betapa diri ini terlalu banyak berlumur dosa, Allah, tanpaMu mungkin hidupku hancur tak tentu arah, tanpaMu mungkin aku bagai anak kucing kehilangan induknya. Allah, kali ini aku kembali bertepekur, meminta padaMu yaa Rabb, pemilik seluruh jagat raya ini, Perkenankanlah doaku kali ini.
Allah, satu tahun yang lalu aku sangat ingin melalui masa-masa ini, ingin seperti teman-teman yang sibuk mempersiapkan tempat mereka melanjutkan pendidikan pada level selanjutnya, mungkin memang aku harus bersabar karena aku tidak bisa merasakan hal itu di saat teman-teman yang lain merasakannya. Allah, terima kasih karena akhirnya aku bisa mengalami peristiwa itu, terima kasih karena setelah satu tahun lamanya aku menunggu, mencoba bersabar dengan tangis dan harapku, akhirnya kau kabulkan keinginanku ini, Alhamdulillah. Sejak itu aku selalu menambahkan satu kalimat dalam setiap perbincanganku denganMu, “ya Allah, terima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan, terima kasih atas setiap jalan keluar bagi setiap masalah2 ku ini. Ya Allah, aku ikhlas menghadapi setiap masalah yang Engkau hadirkan dalam hidupku, karena aku yakin pasti akan ada jalan keluar bagi setiap masalah2 itu”
Allah mungkin kurang pasntas aku mengharapkan sesuatu yang besar dari Mu, sedang diri ini tiada pernah melakukan pengorbanan yang besar untuk tegaknya AgamaMu. Allah, mungkin tak pantas diri ini mencoba mengingat2 kebaikan yang selama ini sudah aku lakukan, terlalu sombong mungkin untuk di bilang sebuah kebaikan karena aku sendiri tak bisa menilai ketulusan niat pada setiap kebaikan itu, Allah, mungkin kadang niat ini melenceng, mungkin kadang terbersit pikiran mendua, tapi Robbi semoga Kau selalu maklum atas lemahnya makhlukMu ini. Allah, jika memang di izinkan, boleh kah aku mengingat kebaikan2ku selama satu tahun ini? Jika Kau ijinkan, boleh kah aku menukar semua kebaikan2 itu dengan kemudahan jalan untuk ku mewujudkan keinginan2 ku ini? Bolehkan Tuhan?

“ayu mah pasti lulus, try outnya udah lulus kan? Pasti snmptn nya juga lulus” _ibu_
“udah kamu maah pasti snmptn nya lulus, belajarnya aja ngga kenal waktu” _mbah_
“kamu harus lulus snmptnnya, mudah2an lulus.. aamiin” _mamah_
“mudah2an lulus yaa snmptnnya , diberi kemudahan ngerjain soalnya..” _bunda_
“ayuu, kamu kurus banget, stress yaa mikirin ujian? Banyak makan yaa.. mudah2an sukses ujiannya” _bunda lulu_
“sukses yaa chy snmptnnya, smoga diterima di ptn dan jurusan yang di pengenin.. aamiin” _temen2_

Allah, saat ini, begitu banyak orang yang percaya bahwa aku bisa melewati ujian ini dengan baik, Allah kabulkan doa baik mereka yang udah percaya kalo aku pasti lulus snmptn nya. Allah beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka,

Jumat, 28 September 2012

Cukup serahkan pada Tuhan

Kini aku hanya tinggal menghitung hari demi hari
Menunggu detik demi detik berlalu
Sampai nanti tiba saatnya aku mengetahui hasilnya..
Hasil perjuangan kerasku selama kurang dari 2 bulan mencoba mengejar materi pelajaran yang normalnya di tempuh selama 3 tahun
Hasil perjuangan berlama-lama di tempat les dari pagi buta sampai matahari hampir terbenam.
Bukan aku tidak menikmati semua proses itu,
Bahkan aku sangat  ingin menjalani proses itu lagi,
aku menikmati setiap menit perjalanan ku bersama teman2 seperjuanganku
Teman2 luar biasa jika di bandingkan dengan waktu pertemanan kami yang sangat singkat
Kini aku hanya bisa berharap sepenuhnya pada Tuhan pemilik alam semesta
Ku serahkan semua usaha ku
Mungkin belum bisa di anggap maksimal
Karena aku pun sadar, kadang diri ini kalah oleh kemalasan, kelelahan dan kebosanan
Aku hanya menyebut ini sebagai usaha terbaik yang sudah aku lakukan sesuai dengan kesanggupanku, terlebih sebagai manusia tempat melakukan kekhilafan
Kini aku hanya bisa memohon pertolongan Tuhan
Ketika aku merasa tak ada hal lain yang bisa aku lakukan lagi selain berbelas kasih kepadaNya
Satu-satunya tumpuan, tempatku menumpahkan tiap doa, harapan, dan keinginan yang sangat ingin aku wujudkan
Aku selalu yakin  Tuhanku punya rencana indah untuk tiap makhluknya, terlebih bagi yang sudah berusaha
Aku selalu yakin di ujung gua yang gelap pasti akan ada seberkas cahaya kehidupan
Aku selalu ingat firman Tuhanku bahwa “setelah kesulitan pasti ada kemudahan”
Aku selalu yakin bahwa tidak pernah ada setetes keringat pun yang sia-sia, semua pasti ada balasannya
Sekarang, aku mencoba untuk berpositive feeling
Memohon ridho Tuhanku agar dia memudahkan setiap langkahku dalam mewujudkan apa yang aku dambakan
Berharap semoga Dia menghendaki aku untuk lulus di ujianku kali ini
Aku selalu menghibur diriku dengan tiap kata yang bisa agak menenangkan perasaanku
“Cukup serahkan pada Tuhan”
Biar tangan2 Tuhan yang akan bermain dalam hasil ujianku kali ini
Semoga Allah mengabulkan permohonanku kali ini
Semoga ada keajaiban kedua yang akan terjadi dalam hidupku
Aku selalu yakin Tuhan yang paling tau apa yang di butuhkan oleh hambaNya
Aku selalu yakin Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk tiap hambaNya
Dan aku yakin Tuhan pasti punya scenario indah di akhir kisah hidup tiap hamba2Nya yang selalu mencoba mendekatkan diri kepadaNya


18 juni 2012, 17.15


nb: notes ini ditulis beberapa hari setelah snmptn, dengan perasaan hampir putus asa dan berlinang air mata.. ini bukan lebay, tapi ini sungguhan.. bagi kalian yang tau apa yang aku alami saat itu, pasti kalian akan paham.. 2 hari adalah waktu yang cukup untuk menangisi kecerobohanku, setelahnya, aku bersyukur masih bisa bangkit sampai hari ini.. dan aku kembali merasakan nikmat Tuhan yang luar biasa, keajaiban kedua kembali terwujud.. semoga akan ada keajaiban-keajaiban lainnya.. semangat teman-teman.. :D

Jumat, 25 Mei 2012

profesionalitas dalam persahabatan

pernah merasa belajar menjadi sangat menyenangkan? aku sedang merasakan hal itu sekarang, sampai2 kami hampir lupa waktu hingga tanpa sadar kami sudah terlalu lama berada di nf -tempat bimbingan belajar-. yaa kami sedang mencoba menikmati sebuah proses perjalanan menuju masa depan. dan beruntungaannya aku menemukan partner yang luar biasa, banyak pelajaran yang bisa aku petik dari temanku yang satu ini.. mungkin beberapa orang yang melihat tingkah kami berdua akan mengernyitkan dahi, betapa tidak? dari jam setengah 8 pagi, dan jam 5 sore kami baru memutuskan untuk pulang ke rumah masing2..

agak heran ketika teman-temanku yang lain semakin hari semakin ingin cepat pulang, sedangkan aku? rasanya aku ingin sekali menikmati masa-masa ini sampai waktu perpisahan tiba, aku rasa tempat ini punya sejarah tersendiri untuk hidupku, tempat ku memperjuangan cita2 sampai nanti waktu berperang itu tiba.

disudut ruangan itu, waktu menunjukkan jam 5 sore, dan kami masih asyik membicarakan tentang prodi yang akan kami pilih nanti. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, tidak lebih dari itu. kami hanya dua insan yang sedang sama-sama berjuang dan punya tujuan yang sama, bisa masuk PTN yang diinginkan dan bisa membahagiakan orang tua yang sangat kami kasihi. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, antara dua insan yang sama2 paham dan berkecimpung dalam wadah yang sama.. aku bersyukur bisa menemukan teman seperti dia, disatu sisi dia bisa jadi rival untukku tapi di sisi lain bisa menjadi penasihat ulung bagi beberapa masalahku.. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, kami hanyalah 2 insan yang mencoba mengerti kelebihan dan kekurangan masing2, mencoba memahami kondisi masing2, dan berusaha mencari solusi dari kendala yang kami hadapi..

semoga Tuhan memberikan hasil terbaik untukku dan juga dirinya, serta untuk teman2 seperjuangan yang lain.. semoga Tuhan menempatkan kita di tempat terbaik menurutNya.. satu yang pasti, i can believe if you and me become success people.. :)

(jumat, 24 mei 2012)

Sabtu, 12 Mei 2012

I’m sick



Setiap kali aku merasa perasaan ini sudah tak sejalan dengan fitrahNya, ada rasa bersalah karena telah mengkhianati cintaNya. Dan pada kenyataannya diam adalah cara terbaik yang harus dilakukan. Aku mengerti, bahwa sesuatu yang digembar-gemborkan pada akhirnya hanya akan menjadi fatamorgana bagi si pelaku. Khayalan yang tidak mutlak akan terwujud, tapi justru terkadang jadi momok yang dapat menghancurkan. Memang awalnya pasti indah, bahkan lebih manis dari gula termanis di dunia ini, tapi sahabat, tak jarang juga kisah ini berakhir dengan sangat tragis. Aku rasa ada benarnya juga pepatah yang mengatakan “habis manis sepah di buang”. Semanis apa pun di awal, kalau di akhirnya pahit, pasti yang manis itu akan hilang dan yang tersisa hanya kepahitan. Itulah kenapa Tuhan mengajarkan kita untuk bersakit-sakit dahulu sebelum akhirnya bersenang-senang. Ketika kita mengikuti prinsip Tuhan, maka pada akhirnya kesakitan itu akan sirna dan digantikan oleh kesenangan yang akan terasa lebih menyenangkan karena kita telah mendapatkan sesuatu yang telah kita usahakan. Bukankah itu memuaskan?

Mungkin ada yang salah dari jiwa ini. Aku merasa sakit disekujur tubuh untuk kegalauan yang tak layak hadir di hidupku. Dan pada akhirnya aku harus kembali menikmati seni mencinta dalam diam. Dengan begitu aku masih bisa merasakan sensasi perasaan itu tanpa harus merasakan sakit pada akhirnya. Bersabarlah dalam diam, tulang rusuk ngga akan tertukar kok.. J kan semuanya sudah tertulis jelas dalam kitabNya bahkan  sejak kita masih dalam kandungan ibu tercinta..

Memang sulit untuk bisa mengontrol itu semua, apalagi dimasa labil seperti yang sedang aku alami, tapi kembali lagi pada kenyataannya, bahwa pada akhirnya kita hanya akan menyakiti diri sendiri. Ketika kita menjaga rasa ini untuk seseorang yang jauh disana, maka orang itu juga akan menjaga perasaannya untuk kita. Kata Tuhan, “perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya.”, dan Tuhan kembali mengajarkan FirmanNya bahwa seseorang disana adalah cerminan bagi diri kita. Tenang sahabat, sesuatu yang terburu-buru itu ngga baik.. bersabarlah, ikuti petunjukNya, turuti kemauanNya, pasti akhirnya akan indah.. 



(24 april 2012)

Ibu melakukan ini agar kau tidak jadi pembantu, nak !



Ini kisah tentang suara hati seorang ibu akibat keTIDAKWARASan anaknya

          Siang itu begitu kelam bagi seorang ibu yang hati nya hancur-sehancurnya setelah menerima surat panggilan dari sekolah anak kesayangannya. Surat panggilan karena anaknya sudah 5 hari tidak masuk sekolah, padahal setiap hari si ibu melihat bahwa sang anak selalu berangkat ke sekolah walau memang ada sedikit kejanggalan.. yakni si anak selalu berangkat dari rumah jam 7 pagi, sedangkan pada umumnya bel sekolah sudah berbunyi pada jam segitu. Memang jarak rumah dengan sekolah tidak begitu jauh, tapi apa iya bisa sampai di sekolah kalo baru berangkat dari rumah jam segitu ? selain karena alfa si anak yang tidak wajar, ada satu alasan lagi si ibu di panggil oleh pihak sekolah, yaitu tugas remedial anaknya belum ada yang di kumpulkan satupun.. tambah hancurlah hati si ibu karena beliau memang sempat melihat hasil ulangan sang anak, SATU sahabat.. nilainya SATU !! sangat memalukan bukan? Untuk pelajaran PKN yang tidak terlalu susah, hanya angka segitu yang didapat.. miris hati sang ibu.. beliau pun menyadari kalau selama ini anaknya tidak pernah memegang buku pelajaran sedikit pun ketika dirumah, mengerjakan PR pun ngga pernah! Anak macam apa itu.. ckck

Dengan langkah agak dipaksakan dan surat panggilan yang masih di tangan, sang ibu bergegas mengambil air wudhu dan menghadap pada Sang Empunya jiwa. Saat itu memang masih waktu Dhuha, dan si ibu memutuskan untuk shalat Dhuha 2 rakaat. Setelah menyelesaikan salam terakhirnya, air mata mengalir deras dari pelupuk mata si ibu, airmata yang sejak tadi berusaha ia tahan agar tidak mengganggu ke khusyu’an shalatnya.. dalam tangis itu si  ibu mengadu pada Tuhan, dengan suara terputus-putus bercampur kepedihan.

“oh Tuhan, maafkan hamba karena tidak becus mengurus anak yang telah belasan tahun Kau titipkan pada hamba, maafkan hamba yaa Rabb.”

Berkali-kali kalimat itu terucap dari mulutnya. Sang ibu terisak dan tak kuasa untuk mengatakan sepatah katapun lagi. Suara pintu terbuka, ternyata sang anak yang datang. sang ibu segera menghampiri sang anak dan berhambur memeluknya.

“nak, maafkan ibu yaa karena selama ini belum bisa ngasih kamu kehidupan yang layak. Maafkan, karena ibumu ini hanya seorang pembantu yang gajinya tidak seberapa dan tidak bisa memberikan kamu uang jajan seperti teman-temanmu yang lain. Maafkan karena semua kesalahan ibu, sekarang kamu menjadi anak yang seperti ini.

Sang ibu menatap wajah anaknya lekat-lekat.

“nak, ibu tahu kamu malu punya ibu seperti ibumu ini. Ibu tau kamu selalu menghindar jalan berdampingan dengan ibu ketika ibu datang ke sekolahmu. Maaf yaa nak, ibu mu hanya seorang yang tidak berpendidikan yang bisa nya Cuma bikin malu anaknya.. tapi nak, ibu sungguh ingin melihat kau sukses dan bisa sekolah setinggi-tingginya, ibu sungguh ingin mengusahakan biaya pendidikan yang semakin hari semakin mencekik, ibu tidak ingin kau menjadi pembantu, nak! Ibu tak ingin kau menjadi manusia hina seperti ibumu ini. Ibu sangat ingin melihatmu sukses dan tidak merasakan setiap beban dan hinaan yang ibu alami selama ini.. kalau bukan karena memperjuangkan hidupmu, pendidikanmu, dan masa depanmu, ibu tidak akan memaksakan diri menjadi pembantu, pekerjaan yang sangat melelahkan bagi orang tua seusia ku, tapi melihat senyummu membuat aku selalu bersemangat, demi kamu nak, semua demi masa depan mu.. !

terilhami dari kehidupan yang edan, yang semakin hari semakin bertambah edan, di zaman edan seperti sekarang ini. Semoga kita TIDAK termasuk orang edan yang hidup di antara orang-orang edan..



 (22 april 2012)