Setiap kali aku
merasa perasaan ini sudah tak sejalan dengan fitrahNya, ada rasa bersalah
karena telah mengkhianati cintaNya. Dan pada kenyataannya diam adalah cara
terbaik yang harus dilakukan. Aku mengerti, bahwa sesuatu yang
digembar-gemborkan pada akhirnya hanya akan menjadi fatamorgana bagi si pelaku.
Khayalan yang tidak mutlak akan terwujud, tapi justru terkadang jadi momok yang
dapat menghancurkan. Memang awalnya pasti indah, bahkan lebih manis dari gula
termanis di dunia ini, tapi sahabat, tak jarang juga kisah ini berakhir dengan
sangat tragis. Aku rasa ada benarnya juga pepatah yang mengatakan “habis manis
sepah di buang”. Semanis apa pun di awal, kalau di akhirnya pahit, pasti yang
manis itu akan hilang dan yang tersisa hanya kepahitan. Itulah kenapa Tuhan
mengajarkan kita untuk bersakit-sakit dahulu sebelum akhirnya bersenang-senang.
Ketika kita mengikuti prinsip Tuhan, maka pada akhirnya kesakitan itu akan
sirna dan digantikan oleh kesenangan yang akan terasa lebih menyenangkan karena
kita telah mendapatkan sesuatu yang telah kita usahakan. Bukankah itu
memuaskan?
Mungkin ada
yang salah dari jiwa ini. Aku merasa sakit disekujur tubuh untuk kegalauan yang
tak layak hadir di hidupku. Dan pada akhirnya aku harus kembali menikmati seni mencinta dalam diam. Dengan begitu
aku masih bisa merasakan sensasi perasaan itu tanpa harus merasakan sakit pada
akhirnya. Bersabarlah dalam diam, tulang rusuk ngga akan tertukar kok.. J kan semuanya sudah tertulis
jelas dalam kitabNya bahkan sejak kita
masih dalam kandungan ibu tercinta..
Memang sulit
untuk bisa mengontrol itu semua, apalagi dimasa labil seperti yang sedang aku
alami, tapi kembali lagi pada kenyataannya, bahwa pada akhirnya kita hanya akan
menyakiti diri sendiri. Ketika kita menjaga rasa ini untuk seseorang yang jauh
disana, maka orang itu juga akan menjaga perasaannya untuk kita. Kata Tuhan,
“perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitupun
sebaliknya.”, dan Tuhan kembali mengajarkan FirmanNya bahwa seseorang disana
adalah cerminan bagi diri kita. Tenang sahabat, sesuatu yang terburu-buru itu
ngga baik.. bersabarlah, ikuti petunjukNya, turuti kemauanNya, pasti akhirnya
akan indah..
(24 april 2012)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar