Sabtu, 12 Mei 2012

Ibu melakukan ini agar kau tidak jadi pembantu, nak !



Ini kisah tentang suara hati seorang ibu akibat keTIDAKWARASan anaknya

          Siang itu begitu kelam bagi seorang ibu yang hati nya hancur-sehancurnya setelah menerima surat panggilan dari sekolah anak kesayangannya. Surat panggilan karena anaknya sudah 5 hari tidak masuk sekolah, padahal setiap hari si ibu melihat bahwa sang anak selalu berangkat ke sekolah walau memang ada sedikit kejanggalan.. yakni si anak selalu berangkat dari rumah jam 7 pagi, sedangkan pada umumnya bel sekolah sudah berbunyi pada jam segitu. Memang jarak rumah dengan sekolah tidak begitu jauh, tapi apa iya bisa sampai di sekolah kalo baru berangkat dari rumah jam segitu ? selain karena alfa si anak yang tidak wajar, ada satu alasan lagi si ibu di panggil oleh pihak sekolah, yaitu tugas remedial anaknya belum ada yang di kumpulkan satupun.. tambah hancurlah hati si ibu karena beliau memang sempat melihat hasil ulangan sang anak, SATU sahabat.. nilainya SATU !! sangat memalukan bukan? Untuk pelajaran PKN yang tidak terlalu susah, hanya angka segitu yang didapat.. miris hati sang ibu.. beliau pun menyadari kalau selama ini anaknya tidak pernah memegang buku pelajaran sedikit pun ketika dirumah, mengerjakan PR pun ngga pernah! Anak macam apa itu.. ckck

Dengan langkah agak dipaksakan dan surat panggilan yang masih di tangan, sang ibu bergegas mengambil air wudhu dan menghadap pada Sang Empunya jiwa. Saat itu memang masih waktu Dhuha, dan si ibu memutuskan untuk shalat Dhuha 2 rakaat. Setelah menyelesaikan salam terakhirnya, air mata mengalir deras dari pelupuk mata si ibu, airmata yang sejak tadi berusaha ia tahan agar tidak mengganggu ke khusyu’an shalatnya.. dalam tangis itu si  ibu mengadu pada Tuhan, dengan suara terputus-putus bercampur kepedihan.

“oh Tuhan, maafkan hamba karena tidak becus mengurus anak yang telah belasan tahun Kau titipkan pada hamba, maafkan hamba yaa Rabb.”

Berkali-kali kalimat itu terucap dari mulutnya. Sang ibu terisak dan tak kuasa untuk mengatakan sepatah katapun lagi. Suara pintu terbuka, ternyata sang anak yang datang. sang ibu segera menghampiri sang anak dan berhambur memeluknya.

“nak, maafkan ibu yaa karena selama ini belum bisa ngasih kamu kehidupan yang layak. Maafkan, karena ibumu ini hanya seorang pembantu yang gajinya tidak seberapa dan tidak bisa memberikan kamu uang jajan seperti teman-temanmu yang lain. Maafkan karena semua kesalahan ibu, sekarang kamu menjadi anak yang seperti ini.

Sang ibu menatap wajah anaknya lekat-lekat.

“nak, ibu tahu kamu malu punya ibu seperti ibumu ini. Ibu tau kamu selalu menghindar jalan berdampingan dengan ibu ketika ibu datang ke sekolahmu. Maaf yaa nak, ibu mu hanya seorang yang tidak berpendidikan yang bisa nya Cuma bikin malu anaknya.. tapi nak, ibu sungguh ingin melihat kau sukses dan bisa sekolah setinggi-tingginya, ibu sungguh ingin mengusahakan biaya pendidikan yang semakin hari semakin mencekik, ibu tidak ingin kau menjadi pembantu, nak! Ibu tak ingin kau menjadi manusia hina seperti ibumu ini. Ibu sangat ingin melihatmu sukses dan tidak merasakan setiap beban dan hinaan yang ibu alami selama ini.. kalau bukan karena memperjuangkan hidupmu, pendidikanmu, dan masa depanmu, ibu tidak akan memaksakan diri menjadi pembantu, pekerjaan yang sangat melelahkan bagi orang tua seusia ku, tapi melihat senyummu membuat aku selalu bersemangat, demi kamu nak, semua demi masa depan mu.. !

terilhami dari kehidupan yang edan, yang semakin hari semakin bertambah edan, di zaman edan seperti sekarang ini. Semoga kita TIDAK termasuk orang edan yang hidup di antara orang-orang edan..



 (22 april 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar