millions of tears for the millions of desire, i hope someday will come true
Minggu, 11 September 2011
Trus gue apa??
kelompokan liqo gue, hampir semua sukses dapet Perguruan Tinggi Negeri.. Bahkan bisa dibilang semua kecuali gue.. Yaa cuma gue doang yang kurang beruntung dan harus nunda kuliah satu tahun.. Ayoo kita mulai absen :
riska : UNJ
nilam : IPB
pebe : PNJ
dhea : UIN
resti : UIN
nona : UIN
desi : UI
sedangkan GUE??
GUE APAAA?? :'(
haaah, pengen nangis rasanya.. Tapi tooh gue juga ngga bisa ngrubah yang udah terjadi sekarang.. Bayangin !! Cobaa bayangin, cuma gue sendiri yang kayak gini.. Sedih? Banget malah.. Air mata rasa nya ngga bisa berenti ngalir dari mata ini.. Tapi harus gimana lagi? Ngga mungkin juga gue marah sama mereka.. Ngga mungkin juga gue nyalahin ortu gue kan? Takdir?? Yaa mungkin ini takdir gue.. Yang pasti untuk saat ini gue belom bisa membiarkan air mata ini berhenti mengalir.. :'(galir dari mata ini.. Tapi harus gimana lagi? Ngga mungkin juga gue marah sama mereka.. Ngga mungkin juga gue nyalahin ortu gue kan? Takdir?? Yaa mungkin ini takdir gue.. Yang pasti untuk saat ini gue belom bisa membiarkan air mata ini berhenti mengalir.. :'(
Selasa, 22 Februari 2011
farewell call
Beberapa detik dari kejadian itu,
peristiwa yang seharusnya tak
pantas terjadi, mungkin ada
beberapa orang yang
menganggap tak wajar, tapi
itulah yang terjadi, kemajuan
teknologi yang patut diterima
meskipun menimbulkan
bermacam kekecewaan,
kesedihan dan keburukan.
Ditinggalkan dari riuh rendak itu
semua, yang akhirnya
menghukumku dengan
kesunyian yang mematikan, sepi
dan tubuhku bagaikan tidak bisa
bergerak seperti kaku, setelah
menerima keputusan dari
pertengkaran yang sadis dengan
pacarku, ironisnya bukan dengan
empat mata atau dengan
sentuhan, namun hanya dengan
sebuah media yaitu benda yang
menimbulkan suara, kalo dilihat
oleh mata telanjang seperti
orang gila yang berbicara
sendiri.
Handphone itu kubanting sekuat-
kuatnya, lalu aku pergi berlari
entah kemana mencari
kesibukan lain seolah
membiarkan diri untuk merasa
tidak ada kejadian.tanpa
menghiraukan kondisi HP yang
ditinggalkan, mungkin telah
berkecai menjadi puing-puing
yang terpecah belah yang
bertaburan disekitar dinding
tempat dimana pelampiasan itu
jadi tumbal.
Aku putus dengan pacarku
malam ini melalui HP, sungguh
tak wajarkan kalo ini hanya
sebatas hubungan pacaran,
bagai mana kalo hubungan
suami isteri, cerai melalui HP,
hui...ih dunia-dunia.kini pikiranku
kacau balau, seperti berada
ditempat pembungan sampah
yang kotor dan kumuh, susah
untuk memisahkan dari
bermacam-macam
sampah,peristiwa ini pertama
aku alami namun sebenarnya
sudah tidak asing lagi ditelinga
orang.
Aku tidak ingin lagi memikirkan
semua itu, aku ingin plong, blank
atau kosong dari semua derita ini,
biarlah semua berlalu dengan
kesunyian malam yang setia
menemaniku, walaupun jengkrik
tak lagi melolong, sunyi dan
hampa sunyi, hanya bulan yang
menerangi dengan keindahan
alami, senyum melihatku seolah
menggambarkan bahwa bermula
episod yang baru.
peristiwa yang seharusnya tak
pantas terjadi, mungkin ada
beberapa orang yang
menganggap tak wajar, tapi
itulah yang terjadi, kemajuan
teknologi yang patut diterima
meskipun menimbulkan
bermacam kekecewaan,
kesedihan dan keburukan.
Ditinggalkan dari riuh rendak itu
semua, yang akhirnya
menghukumku dengan
kesunyian yang mematikan, sepi
dan tubuhku bagaikan tidak bisa
bergerak seperti kaku, setelah
menerima keputusan dari
pertengkaran yang sadis dengan
pacarku, ironisnya bukan dengan
empat mata atau dengan
sentuhan, namun hanya dengan
sebuah media yaitu benda yang
menimbulkan suara, kalo dilihat
oleh mata telanjang seperti
orang gila yang berbicara
sendiri.
Handphone itu kubanting sekuat-
kuatnya, lalu aku pergi berlari
entah kemana mencari
kesibukan lain seolah
membiarkan diri untuk merasa
tidak ada kejadian.tanpa
menghiraukan kondisi HP yang
ditinggalkan, mungkin telah
berkecai menjadi puing-puing
yang terpecah belah yang
bertaburan disekitar dinding
tempat dimana pelampiasan itu
jadi tumbal.
Aku putus dengan pacarku
malam ini melalui HP, sungguh
tak wajarkan kalo ini hanya
sebatas hubungan pacaran,
bagai mana kalo hubungan
suami isteri, cerai melalui HP,
hui...ih dunia-dunia.kini pikiranku
kacau balau, seperti berada
ditempat pembungan sampah
yang kotor dan kumuh, susah
untuk memisahkan dari
bermacam-macam
sampah,peristiwa ini pertama
aku alami namun sebenarnya
sudah tidak asing lagi ditelinga
orang.
Aku tidak ingin lagi memikirkan
semua itu, aku ingin plong, blank
atau kosong dari semua derita ini,
biarlah semua berlalu dengan
kesunyian malam yang setia
menemaniku, walaupun jengkrik
tak lagi melolong, sunyi dan
hampa sunyi, hanya bulan yang
menerangi dengan keindahan
alami, senyum melihatku seolah
menggambarkan bahwa bermula
episod yang baru.
Minggu, 13 Februari 2011
like a star
Where ever you are hiding
I can find you
If there were no you
If there were no you
...Then my heart would stop
Even if you don't say "Love"
I can feel with my heart
If you are here
If you are here
I don't need anything
You're my everything to me
You're my everything to me
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
Can it be compared with
anything else
Can it be exchanged with
anything else
Your love
Your heart
...Who can replace you
You're my everything to me
You're my everything to me
Please shine like a star in the sky
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
We will never part from each
other
Anything that will hurt you
Nothing that will cause tear will
happen
You're my everything to me
You're my everything to me
Let's not change
Even as time goes by
You're my only love
Forever my only love
We love each other
In a place without sadness
I can find you
If there were no you
If there were no you
...Then my heart would stop
Even if you don't say "Love"
I can feel with my heart
If you are here
If you are here
I don't need anything
You're my everything to me
You're my everything to me
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
Can it be compared with
anything else
Can it be exchanged with
anything else
Your love
Your heart
...Who can replace you
You're my everything to me
You're my everything to me
Please shine like a star in the sky
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
We will never part from each
other
Anything that will hurt you
Nothing that will cause tear will
happen
You're my everything to me
You're my everything to me
Let's not change
Even as time goes by
You're my only love
Forever my only love
We love each other
In a place without sadness
Kamis, 10 Februari 2011
DON'T
* Don’t undermine your worth by
comparing yourself with others.
It is because we are different
that each of us is special.
* Don’t set your goals by what
other people deem important.
Only you know what is best for
you.
* Don’t take for granted the
things closest to your heart. Cling
to them as you would your life,
for without them, life is
meaningless.
* Don’t let your life slip through
your fingers by living in the past
or for the future. By living your
life one day at a time, you live ALL
the days of your life.
* Don’t give up when you still
have something to give. Nothing
is really over until the moment
you stop trying.
* Don’t be afraid to admit that
you are less than perfect. It is this
fragile thread that binds us each
together.
* Don’t be afraid to encounter
risks. It is by taking chances that
we learn how to be brave.
* Don’t shut love out of your life
by saying it’s impossible to find.
The quickest way to receive love
is to give; the fastest way to lose
love is to hold it too tightly; and
the best way to keep love is to
give it wings.
* Don’t run through life so fast
that you forget not only where
you ’ve been, but also where you
are going.
* Don’t forget that a person’s
greatest emotional need is to feel
appreciated.
* Don’t be afraid to learn.
Knowledge is weightless, a
treasure you can always carry
easily.
* Don’t use time or words
carelessly. Neither can be
retrieved. Life is not a race, but a
journey to be savored each step
of the way.
diambil dari notes Gunawan
Njoto
comparing yourself with others.
It is because we are different
that each of us is special.
* Don’t set your goals by what
other people deem important.
Only you know what is best for
you.
* Don’t take for granted the
things closest to your heart. Cling
to them as you would your life,
for without them, life is
meaningless.
* Don’t let your life slip through
your fingers by living in the past
or for the future. By living your
life one day at a time, you live ALL
the days of your life.
* Don’t give up when you still
have something to give. Nothing
is really over until the moment
you stop trying.
* Don’t be afraid to admit that
you are less than perfect. It is this
fragile thread that binds us each
together.
* Don’t be afraid to encounter
risks. It is by taking chances that
we learn how to be brave.
* Don’t shut love out of your life
by saying it’s impossible to find.
The quickest way to receive love
is to give; the fastest way to lose
love is to hold it too tightly; and
the best way to keep love is to
give it wings.
* Don’t run through life so fast
that you forget not only where
you ’ve been, but also where you
are going.
* Don’t forget that a person’s
greatest emotional need is to feel
appreciated.
* Don’t be afraid to learn.
Knowledge is weightless, a
treasure you can always carry
easily.
* Don’t use time or words
carelessly. Neither can be
retrieved. Life is not a race, but a
journey to be savored each step
of the way.
diambil dari notes Gunawan
Njoto
Sungguh aku belum siap
Sungguh Tuhan aku belum siap..
Kenapa kau memilih aku untuk berkecimbung di dunia dakwah ini?, jujur Tuhan, aku belum siap..
Kenapa kau memilih aku untuk bisa membimbing mereka ke jalan yg seharusnya?, sungguh Tuhan, aku belum siap.. Bahkan diri ku pun terlalu hina untuk bisa melakukan itu semua, aku aja belom bisa mlakukan apa yg sharusnya ku lakukan, aku bahkan masih punya banyak kekurangan, masih suka bandel, masih suka coba2, sampai sekarang pun aku masih mencari jati diri untuk diri ku.. Tuhan, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu, ilmu ku masih cetek, masih banyak hal yg belum aku ketahui..
Tuhan, kenapa bukan mereka?, bahkan mereka jauh... Tidak-tidak... Bahkan mereka sangat amat jauh lebih baik dari ku.. Sungguh Tuhan aku benar2 belum siap..
Aku sendiri pun bingung, apa kah ini semua anugrah atau kah justru ini hanya sebuah masalah baru??
Kenapa kau memilih aku untuk berkecimbung di dunia dakwah ini?, jujur Tuhan, aku belum siap..
Kenapa kau memilih aku untuk bisa membimbing mereka ke jalan yg seharusnya?, sungguh Tuhan, aku belum siap.. Bahkan diri ku pun terlalu hina untuk bisa melakukan itu semua, aku aja belom bisa mlakukan apa yg sharusnya ku lakukan, aku bahkan masih punya banyak kekurangan, masih suka bandel, masih suka coba2, sampai sekarang pun aku masih mencari jati diri untuk diri ku.. Tuhan, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal itu, ilmu ku masih cetek, masih banyak hal yg belum aku ketahui..
Tuhan, kenapa bukan mereka?, bahkan mereka jauh... Tidak-tidak... Bahkan mereka sangat amat jauh lebih baik dari ku.. Sungguh Tuhan aku benar2 belum siap..
Aku sendiri pun bingung, apa kah ini semua anugrah atau kah justru ini hanya sebuah masalah baru??
Rabu, 09 Februari 2011
Tuhan, aku lelah . .
Haah, hari ini pulang sore lagi.. Aku lirik jam di handphone ku, ternyata sudah pukul 18.18, dan aku masih di jalan mau pulang.. Perjalanan masih panjang banget, masih harus ngelewatin bbrapa kemacetan, maklum nama nya jga depok -dimana-mana macet- huft.... Sama kayak hidup ku, masih banyak yg harus aku lakuin, masih banyak rintangan yg akan aku hadapi untuk bisa melangkah ke gerbang masa depan, dimana kehidupan nyata akan segera di mulai.. Bukan berarti slama ini aku cuma bermimpi, tapi buat ku kehidupan nyata yg slama ini aku jalani bukan lah kehidupan yg sebenar2nya.. Disaat aku mulai bisa menjalankan kehidupan ku tanpa harus merepotkan orang tua, itulah kehidupan yg sebenar2nya.. Tapi kadang apa yg aku pengen beda sama yg orang tua mau.. Kadang rasa nya pengen banget brontak tapi aku tau karena akhirnya pun aku ngga akan bisa untuk ngerubah semua itu..
Tuhan, aku lelah.. Lelah dengan semua aktivitas ini, bosan dengan rutinitas ini.. Capek hati karena banyak kebohongan yg aku tutupi slama ini.. Capek karna harus slalu pura2 tersenyum ceria walopun sebenarnya hati ini pengen nangis..
Aku lelah Tuhan, tolong berikan aku ruang sedikiit aja untuk bisa bernapas lega, beri aku kekuatan untuk bisa melewati ini semua..
Tuhan, aku lelah.. Lelah dengan semua aktivitas ini, bosan dengan rutinitas ini.. Capek hati karena banyak kebohongan yg aku tutupi slama ini.. Capek karna harus slalu pura2 tersenyum ceria walopun sebenarnya hati ini pengen nangis..
Aku lelah Tuhan, tolong berikan aku ruang sedikiit aja untuk bisa bernapas lega, beri aku kekuatan untuk bisa melewati ini semua..
Senin, 07 Februari 2011
buat seseorang yg berada jauh disana
assalamualaikum..
aa' apa kabar?, baik2 aja kan.. Pokok nya aa' harus baik2 aja yaa.. :D
maap yaa a', mulai skrg kita jadi jarang komunikasi, ato bahkan mungkin ngga akan pernah komunikasi lagi.. Harus bisa tahan yaa.. Kan kayak yg waktu itu pernah aku bilang, kalo jodoh ngga akan kmana.. Hehe.. Aku pikir juga ini pasti akan berat banget, tapi ini semua emang yg terbaik kan, kan kayak yg aa' bilang kalo kita ngga bisa sayang terus2an, jadi aku memutuskan buat nglakuin ini biar rasa sayang nya ilang, soal nya kalo ngga kayak gini pasti sayang nya ngga akan pernah ilang.. Eh aa' ndut, makan nya jangan banyak2 yaa kasian ntar beras di rumah abis, jangan juga keseringan "itu", ngga bagus jga.. Haha :D
dan aku nglakuin ini jga biar aku ngga jadi galau terus2an.. Abis sikap aa' brubah2, kadang manja banget tapi kadang nyebelin banget.. Aa' sering bilang kalo aa' bakal jarang sms dll, aa' tau ngga?, stiap aa' bilang kayak gitu rasa nya aku pengen nangiiisss banget, karna aa' ngomong di saat aku bener2 lagi ngga siap.. Tapi di saat aku udah mulai siap untuk menerima sikap aa' tadi, eh aa' malah brubah sikap jadi manja lagi.. Jujur.... Aku binguuung banget, knapa di saat aku ngga siap aa' justru pgn ninggalin aku, tapi disaat aku udah siap aa' malah dateng ke aku dgn kata2 yg ngebuat hati aku rapuh lagi.. Tapi bukan salah aa' jga, ini salah aku juga kok.. Maap yaa a' sering marah2 sama aa', sering ngambek ngga jelas sama aa'.. Makasih buat semua nya, buat semua perhatian yg dulu aa' kasih, buat semua yg udah aa' lakuin ke aku.. Makasih banyak yaa buat semangat2 yg udah aa' tularin ke aku.. Seneng banget deeh bisa kenal sama aa', seseorang yg hampir sempurna buat aku.. Semoga suatu hari nanti bisa ketemu lagi yaa dalam kondisi yang lebih baik.. SMANGAT !! ^_^b
aa' apa kabar?, baik2 aja kan.. Pokok nya aa' harus baik2 aja yaa.. :D
maap yaa a', mulai skrg kita jadi jarang komunikasi, ato bahkan mungkin ngga akan pernah komunikasi lagi.. Harus bisa tahan yaa.. Kan kayak yg waktu itu pernah aku bilang, kalo jodoh ngga akan kmana.. Hehe.. Aku pikir juga ini pasti akan berat banget, tapi ini semua emang yg terbaik kan, kan kayak yg aa' bilang kalo kita ngga bisa sayang terus2an, jadi aku memutuskan buat nglakuin ini biar rasa sayang nya ilang, soal nya kalo ngga kayak gini pasti sayang nya ngga akan pernah ilang.. Eh aa' ndut, makan nya jangan banyak2 yaa kasian ntar beras di rumah abis, jangan juga keseringan "itu", ngga bagus jga.. Haha :D
dan aku nglakuin ini jga biar aku ngga jadi galau terus2an.. Abis sikap aa' brubah2, kadang manja banget tapi kadang nyebelin banget.. Aa' sering bilang kalo aa' bakal jarang sms dll, aa' tau ngga?, stiap aa' bilang kayak gitu rasa nya aku pengen nangiiisss banget, karna aa' ngomong di saat aku bener2 lagi ngga siap.. Tapi di saat aku udah mulai siap untuk menerima sikap aa' tadi, eh aa' malah brubah sikap jadi manja lagi.. Jujur.... Aku binguuung banget, knapa di saat aku ngga siap aa' justru pgn ninggalin aku, tapi disaat aku udah siap aa' malah dateng ke aku dgn kata2 yg ngebuat hati aku rapuh lagi.. Tapi bukan salah aa' jga, ini salah aku juga kok.. Maap yaa a' sering marah2 sama aa', sering ngambek ngga jelas sama aa'.. Makasih buat semua nya, buat semua perhatian yg dulu aa' kasih, buat semua yg udah aa' lakuin ke aku.. Makasih banyak yaa buat semangat2 yg udah aa' tularin ke aku.. Seneng banget deeh bisa kenal sama aa', seseorang yg hampir sempurna buat aku.. Semoga suatu hari nanti bisa ketemu lagi yaa dalam kondisi yang lebih baik.. SMANGAT !! ^_^b
sakit lagii T,T
Ya ampun, untuk kesekian kali nya nii gusi gue sakit banget, kayak ada yg luka.. Knapa gusi gue sering banget luka yaa?, ampuun deeh, smoga yg kali ini ngga sampe bengkak lagi.. Padahal baru sekali gue beli jajanan warung yg kayak chiki2 gitu stelah lama ngga pernah beli -terakhir beli yaa sebelum gusi gue bengkak waktu itu-, baru juga makan satu bungkus, knapa langsung luka gini?, ada yg salah apa yaa?, padahal cuma chiki, tapi bagi gue sama menakutkan nya kayak monster, bahkan masih mending gue ketemu hantu deeh dari pada harus ngerasain sakit ini.. Smoga cepet sembuh yaa.. :'(
Minggu, 06 Februari 2011
Naegleria flowleri amoeba, Organisme yang Bisa Tumbuh dan Bertahan di Otak
Mungkin kedengarannya
mengagetkan, namun ada satu
organisme yang bisa berdiam di
dalam otak dan menyebabkan
kematian korbannya secara
cepat. Organisme ini disebut
Naegleria flowleri amoeba, dan
ditemukan di seluruh dunia.
Naegleria fowleri (juga disebut
"amuba pemakan otak") adalah
protista yang hidup di air tawar
yang hangat, yang bersuhu dari
25-35 derajat celcius. Amuba ini
masuk kedalam grup Percolozoa
atau Heterolobosea.N. fowleri
dapat menyerang sistem saraf
manusia. Meskipun jarang
muncul, infeksi hampir selalu
menyebabkan kematian korban.
Sejak tahun 1964 lebih dari 60
kasus kematian pada orang
karena infeksi parasit ini
sehingga akibat dari penyakit
“ meningoencephalitis” (radang
selaput otak). Kejadian ini
dilaporkan dari negara Ceko,
Slovakia, Amerika Serikat, Afrika,
New Zealand dan Australia.
Naegleria fowleria diisolasi dari
kasus kematian tersebut. Amuba
ini membunuh hewan percobaan
pada beberapa laboratorium
pada waktu diinjeksikan intra
nasal, intra vena dan
intracerebral. Organisme ini tidak
membentuk cyste atau flagella
dalam tubuh hospes dan
vakuolanya berisi sel debris
(serpihan sel) dari hospes.
Hampir semua kasus
meningoencephalitis sangat erat
hubungannya dengan kolam
renang atau danau. Hal ini sangat
mungkin terjadi trophoszoit
masuk melalui hidung pada
waktu penderita menyelam
dalam air.
Setelah trophozoit masuk
kedalam hidung maka amoeba
ini bermigrasi sepanjang syaraf
olfactorius melalui lempengan
Cribiform dan menuju kranium.
Kematian disebabkan oleh
kerusakan jaringan otak dengan
cepat dan hanya beberap pasien
berhasil diselamatkan.
Organisme ini kerap muncul
dalam tubuh yang hangat dan
stagnan di air tawar, seperti
danau, sungai, mata air panas,
dan kolam renang yang tidak
diberi klorin. Amuba ini tidak
bisa masuk hanya dengan
minum atau menyeberangi
airnya, infeksi baru terjadi jika air
naik ke hidung.
Amuba ini memasuki tubuh
melalui hidung, biasanya ketika
orang sedang berenang di
bawah air atau menyelam. Dari
hidung, amuba ini menjalar ke
serat saraf, melewati tengkorak,
dan memasuki otak. Naegleria ini
menyukai kehangatan otak dan
akan berkembang biak hingga
suatu hari, biasanya hanya dalam
waktu tiga hingga tujuh hari,
korbannya tewas.
Anak-anak dianggap yang paling
berisiko karena sistem kekebalan
tubuh mereka lebih lemah.
Namun, meski infeksi ini jarang,
jika kalian memutuskan untuk
berenang di air tawar yang
hangat, disarankan untuk pakai
penjepit hidung.
Sumber :
unikaja.com
mengagetkan, namun ada satu
organisme yang bisa berdiam di
dalam otak dan menyebabkan
kematian korbannya secara
cepat. Organisme ini disebut
Naegleria flowleri amoeba, dan
ditemukan di seluruh dunia.
Naegleria fowleri (juga disebut
"amuba pemakan otak") adalah
protista yang hidup di air tawar
yang hangat, yang bersuhu dari
25-35 derajat celcius. Amuba ini
masuk kedalam grup Percolozoa
atau Heterolobosea.N. fowleri
dapat menyerang sistem saraf
manusia. Meskipun jarang
muncul, infeksi hampir selalu
menyebabkan kematian korban.
Sejak tahun 1964 lebih dari 60
kasus kematian pada orang
karena infeksi parasit ini
sehingga akibat dari penyakit
“ meningoencephalitis” (radang
selaput otak). Kejadian ini
dilaporkan dari negara Ceko,
Slovakia, Amerika Serikat, Afrika,
New Zealand dan Australia.
Naegleria fowleria diisolasi dari
kasus kematian tersebut. Amuba
ini membunuh hewan percobaan
pada beberapa laboratorium
pada waktu diinjeksikan intra
nasal, intra vena dan
intracerebral. Organisme ini tidak
membentuk cyste atau flagella
dalam tubuh hospes dan
vakuolanya berisi sel debris
(serpihan sel) dari hospes.
Hampir semua kasus
meningoencephalitis sangat erat
hubungannya dengan kolam
renang atau danau. Hal ini sangat
mungkin terjadi trophoszoit
masuk melalui hidung pada
waktu penderita menyelam
dalam air.
Setelah trophozoit masuk
kedalam hidung maka amoeba
ini bermigrasi sepanjang syaraf
olfactorius melalui lempengan
Cribiform dan menuju kranium.
Kematian disebabkan oleh
kerusakan jaringan otak dengan
cepat dan hanya beberap pasien
berhasil diselamatkan.
Organisme ini kerap muncul
dalam tubuh yang hangat dan
stagnan di air tawar, seperti
danau, sungai, mata air panas,
dan kolam renang yang tidak
diberi klorin. Amuba ini tidak
bisa masuk hanya dengan
minum atau menyeberangi
airnya, infeksi baru terjadi jika air
naik ke hidung.
Amuba ini memasuki tubuh
melalui hidung, biasanya ketika
orang sedang berenang di
bawah air atau menyelam. Dari
hidung, amuba ini menjalar ke
serat saraf, melewati tengkorak,
dan memasuki otak. Naegleria ini
menyukai kehangatan otak dan
akan berkembang biak hingga
suatu hari, biasanya hanya dalam
waktu tiga hingga tujuh hari,
korbannya tewas.
Anak-anak dianggap yang paling
berisiko karena sistem kekebalan
tubuh mereka lebih lemah.
Namun, meski infeksi ini jarang,
jika kalian memutuskan untuk
berenang di air tawar yang
hangat, disarankan untuk pakai
penjepit hidung.
Sumber :
unikaja.com
Sabtu, 05 Februari 2011
nanti pasti di jawab
berkali2 aku meminta padaNya..
Berkali2 aku memohon padaNya..
Brusaha sekuat tenaga untuk mlakukan hal yg bisa aku lakukan..
Tapi sama sekali ngga terlihat hasilnya..
'seperti nya Dya belum ngasih jalan keluar untuk ini semua' yaa itu yg aku pikirkan..
Sampai tanpa sadar semua tlah berubah menjadi kebiasaan.. dan aku mulai lupa..
Lupa permohonan ku yg dulu aku minta..
Lupa semua keinginan yg dulu aku panjatkan padaNya siang dan malam..
Tapii.. Aneh nya disaat aku mulai melupakan semua itu, justru Dia menjawab doa ku..
Dia memberikan apa yg aku inginkan disaat hati ini mulai pasrah dan menerima semua keadaan..
Dia memberikan jalan keluar yg sudah lama ku nanti2 kan..
Kawan, mungkin memang tidak semua doa kita langsung di jawab olehNya..
Kalian tau kenapa?,
karna dia ingin melihat seberapa keras usaha kita,
seberapa yakinkah kita padaNya,
dan seberapa besar pengharapan kita..
Jika saat ini doa kalian belum di jawab..
Yakinlah...
Nanti pasti akan di jawab olehNya di saat yg lebih tepat.. :D
Berkali2 aku memohon padaNya..
Brusaha sekuat tenaga untuk mlakukan hal yg bisa aku lakukan..
Tapi sama sekali ngga terlihat hasilnya..
'seperti nya Dya belum ngasih jalan keluar untuk ini semua' yaa itu yg aku pikirkan..
Sampai tanpa sadar semua tlah berubah menjadi kebiasaan.. dan aku mulai lupa..
Lupa permohonan ku yg dulu aku minta..
Lupa semua keinginan yg dulu aku panjatkan padaNya siang dan malam..
Tapii.. Aneh nya disaat aku mulai melupakan semua itu, justru Dia menjawab doa ku..
Dia memberikan apa yg aku inginkan disaat hati ini mulai pasrah dan menerima semua keadaan..
Dia memberikan jalan keluar yg sudah lama ku nanti2 kan..
Kawan, mungkin memang tidak semua doa kita langsung di jawab olehNya..
Kalian tau kenapa?,
karna dia ingin melihat seberapa keras usaha kita,
seberapa yakinkah kita padaNya,
dan seberapa besar pengharapan kita..
Jika saat ini doa kalian belum di jawab..
Yakinlah...
Nanti pasti akan di jawab olehNya di saat yg lebih tepat.. :D
Mubarak vs Rakyat Mesir
Hari itu sekilas gue liat berita di televisi, isi nya "seluruh WNI di Mesir akan di pulangkan ke Indonesia...", jujur awal nya gue sempet bingung karena gue emang jarang nonton berita. Setelah itu gue coba buat mencari tau apa yg sebenernya terjadi, gue kira WNI di pulangin karna hubungan Mesir-Indonesia lagi ngga baik, ato apalah, pokok nya pikiran gue saat itu udah yg buruk2 aja.. Tapi ternyata WNI itu di pulangin karna sedang ada kerusuhan di Mesir lantaran rakyat-rakyat nya pengen Mubarak -pemerintah Mesir- "turun", yaa karna itulah akhirnya pemerintah ngambil langkah memulangkan semua WNI yg jumlah nya sekitar 6000 orang yg di dalam nya termasuk TKI, TKW, warga indonesia yg tinggal disana, dan pelajar indonesia.. yaa walaupun gue tau pasti sulit banget memulangkan 6000 orang sekaligus dalam waktu cepat, seenggak nya kali ini pemerintah bisa bertindak cepat, ngga seperti biasa nya. Sempet nyesel juga, padahal gue baru aja punya keinginan buat kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo..
PEMERINTAHAN MESIR YANG SESUNGGUHNYA
Sudah sekitar 30tahun Mubarak memerintah di Mesir, sekarang rakyat-rakyat Mesir Mendemo agar Mubarak bisa turun dari "singgasana"nya..
KENAPA??
Sekilas hal ini mirip dengan yg pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998, yaa beribu-ribu mahasiswa turun ke jalan karna sudah merasa muak dengan pemerintahan soeharto. Begitu juga yg di alami rakyat Mesir sekarang, 30 tahun dibawah kepemimpinan Mubarak, ternyata membuat mereka akhirnya membuka suara setelah sekian lama nya mulut mereka terkunci rapat. Berpuluh-puluh tahun di Mesir telah berjalan politik "KAMAR MANDI", pertama kali gue tau itu, gue cuma bisa garuk2 kepala karna bingung, kenapa?, kenapa politik "KAMAR MANDI"?? Yaa itu karna selama ini rakyat Mesir cuma bisa mengeluarkan semua aspirasi, hujatan, makian terhadap Mubarak hanya di dalam KAMAR MANDI, di KAMAR MANDI juga lah mereka menuliskan kata2 seperti "...TURUNKAN MUBARAK..." dll.. Selama ini mereka tidak bisa berbuat banyak, bahkan untuk mengeluarkan satu hujatan saja mereka mempunyai resiko besar.. Yaa nyawa mereka taruhan nya, karna intel Mubarak akan segera menangkap dan membunuh orang2 yg berani menentangnya, miris memang, lagi2 mengingatkan kita pada masa orde baru.. Namun ada perbedaan nya, kalau soeharto dia bersedia untuk turun dan melepaskan jabatan nya sebagai orang NOMOR 1 di Indonesia, tapi Mubarak dia ngga akan pernah mau untuk turun.. KENAPA?, karna banyak perjanjian2 yg telah ia buat bersama Amerika dan Israel, yg tentu saja perjanjian2 tersebut sangat2 menguntungkan pihak Amerika dan Israel.. Jika Mubarak turun tentu nya Amerika dan Israel akan kocar kacir karna dia akan kehilangan peluang emas nya dan tidak akan bisa memperdaya Mesir dalam banyak hal, salah satu nya adalah yg berhubungan dengan Palestina..
Bayangkan saja, bagaimana mungkin rakyak Mesir tidak muak jika stiap hari mereka harus mendengar berpuluh2 bom bahkan beratus2 bom jatuh di tanah Palestina, tanah saudara2 kita semua.. Selama ini mereka hanya bisa "menonton" dan tidak bisa melakukan apa pun untuk saudara2 mereka yg sedang berjuang demi seluruh rakyat Islam di seluruh dunia, hanya sejengkal, hanya dibatasi oleh sebuah tembok besar yg membuat mereka tak berkutik sedangkan orang2 lain, dari negara2 lain yg lebih jauh, bisa untuk menyuarakan dukungan mereka untuk palestina, bisa berusaha untuk memberikan seluruh bantuan pada saudara2 kita disana.. Miris memang jika kita berada dekat namun tak bisa bertindak apa2.. Kalo gue, gue pengen banget bisa ngirim pelet, guna2, dan semacam nya ke Mubarak, biar dia mati sekalian, tapi lagi2 islam melarang hal tersebut.. Yaa tapi gue yakin ALLAH pasti akan ngasih jalan keluar nya, yg harus dilakukan sekarang adalah berdoa dan berusaha, semoga ALLAH selalu memberikan yg terbaik buat kita semua.. Amieen
smangat yaa saudara2ku yg nun jauh disana, tidak ada yg sia2 dari perjuangan yg kalian lakukan, sekecil apapun itu.. :D
PEMERINTAHAN MESIR YANG SESUNGGUHNYA
Sudah sekitar 30tahun Mubarak memerintah di Mesir, sekarang rakyat-rakyat Mesir Mendemo agar Mubarak bisa turun dari "singgasana"nya..
KENAPA??
Sekilas hal ini mirip dengan yg pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998, yaa beribu-ribu mahasiswa turun ke jalan karna sudah merasa muak dengan pemerintahan soeharto. Begitu juga yg di alami rakyat Mesir sekarang, 30 tahun dibawah kepemimpinan Mubarak, ternyata membuat mereka akhirnya membuka suara setelah sekian lama nya mulut mereka terkunci rapat. Berpuluh-puluh tahun di Mesir telah berjalan politik "KAMAR MANDI", pertama kali gue tau itu, gue cuma bisa garuk2 kepala karna bingung, kenapa?, kenapa politik "KAMAR MANDI"?? Yaa itu karna selama ini rakyat Mesir cuma bisa mengeluarkan semua aspirasi, hujatan, makian terhadap Mubarak hanya di dalam KAMAR MANDI, di KAMAR MANDI juga lah mereka menuliskan kata2 seperti "...TURUNKAN MUBARAK..." dll.. Selama ini mereka tidak bisa berbuat banyak, bahkan untuk mengeluarkan satu hujatan saja mereka mempunyai resiko besar.. Yaa nyawa mereka taruhan nya, karna intel Mubarak akan segera menangkap dan membunuh orang2 yg berani menentangnya, miris memang, lagi2 mengingatkan kita pada masa orde baru.. Namun ada perbedaan nya, kalau soeharto dia bersedia untuk turun dan melepaskan jabatan nya sebagai orang NOMOR 1 di Indonesia, tapi Mubarak dia ngga akan pernah mau untuk turun.. KENAPA?, karna banyak perjanjian2 yg telah ia buat bersama Amerika dan Israel, yg tentu saja perjanjian2 tersebut sangat2 menguntungkan pihak Amerika dan Israel.. Jika Mubarak turun tentu nya Amerika dan Israel akan kocar kacir karna dia akan kehilangan peluang emas nya dan tidak akan bisa memperdaya Mesir dalam banyak hal, salah satu nya adalah yg berhubungan dengan Palestina..
Bayangkan saja, bagaimana mungkin rakyak Mesir tidak muak jika stiap hari mereka harus mendengar berpuluh2 bom bahkan beratus2 bom jatuh di tanah Palestina, tanah saudara2 kita semua.. Selama ini mereka hanya bisa "menonton" dan tidak bisa melakukan apa pun untuk saudara2 mereka yg sedang berjuang demi seluruh rakyat Islam di seluruh dunia, hanya sejengkal, hanya dibatasi oleh sebuah tembok besar yg membuat mereka tak berkutik sedangkan orang2 lain, dari negara2 lain yg lebih jauh, bisa untuk menyuarakan dukungan mereka untuk palestina, bisa berusaha untuk memberikan seluruh bantuan pada saudara2 kita disana.. Miris memang jika kita berada dekat namun tak bisa bertindak apa2.. Kalo gue, gue pengen banget bisa ngirim pelet, guna2, dan semacam nya ke Mubarak, biar dia mati sekalian, tapi lagi2 islam melarang hal tersebut.. Yaa tapi gue yakin ALLAH pasti akan ngasih jalan keluar nya, yg harus dilakukan sekarang adalah berdoa dan berusaha, semoga ALLAH selalu memberikan yg terbaik buat kita semua.. Amieen
smangat yaa saudara2ku yg nun jauh disana, tidak ada yg sia2 dari perjuangan yg kalian lakukan, sekecil apapun itu.. :D
Jumat, 04 Februari 2011
Pentingkah ??
Pentingkah sebuah mimpi?, jawaban nya bisa iya bisa tidak.. Bersyukurlah kalian yg masih bisa bermimpi.. Yaa walaupun ngga tau nanti mimpi itu akan jadi nyata ato ngga..
Pentingkah mimpi?, tidak untuk ku.. Bahkan aku sangat takut untuk sekedar bermimpi, takut jika mimpi itu tidak akan pernah terwujud, takut ketika mimpi itu justru membuat aku merasa sangat rapuh, takut ketika mimpi itu berubah menjadi "monster" yang kapan saja bisa menerkam ku.. Dulu aku punya segudang mimpi yg bahkan kadang ngga realistis, tapi kini untuk mempunyai satu mimpi saja, aku harus berpikir beribu-ribu kali..
Kenapa?, karna kondisi yang tidak membiarkan aku untuk dapat melanjutkan mimpi2 itu.. Sgala keterbatasan yg aku sendiri pun tidak akan bisa mengatasi semua itu.. Yaa ketika aku mulai berusaha untuk bangkit dari keterpurukan ini, justru "mereka" yang membuat aku merasa kalau aku tidak mampu bahkan untuk sekedar mengangkat kepala ku.. Yaa beruntung aku masih punya Tuhan yg slalu ada bersama ku, kapan pun, dimana pun, dan dalam kondisi apapun.. Aku lakukan ini bukan karna aku tidak mau berusaha.. Sudah ku coba untuk mengerahkan seluruh kekuatan ku, tapi di depan mata yang aku lihat justru tak pernah sejalan dengan mimpi itu.. Dan sekarang aku hanya bisa bersabar, mungkin aku salah, tapi bagi ku, inilah yg terbaik yg bisa aku lakukan sekarang.. Teringat perkataan seseorang "kalaupun sekarang kamu belum merasa ini baik, suatu saat nanti kamu pasti akan sadar kalau ini memang yang terbaik.."
Pentingkah mimpi?, tidak untuk ku.. Bahkan aku sangat takut untuk sekedar bermimpi, takut jika mimpi itu tidak akan pernah terwujud, takut ketika mimpi itu justru membuat aku merasa sangat rapuh, takut ketika mimpi itu berubah menjadi "monster" yang kapan saja bisa menerkam ku.. Dulu aku punya segudang mimpi yg bahkan kadang ngga realistis, tapi kini untuk mempunyai satu mimpi saja, aku harus berpikir beribu-ribu kali..
Kenapa?, karna kondisi yang tidak membiarkan aku untuk dapat melanjutkan mimpi2 itu.. Sgala keterbatasan yg aku sendiri pun tidak akan bisa mengatasi semua itu.. Yaa ketika aku mulai berusaha untuk bangkit dari keterpurukan ini, justru "mereka" yang membuat aku merasa kalau aku tidak mampu bahkan untuk sekedar mengangkat kepala ku.. Yaa beruntung aku masih punya Tuhan yg slalu ada bersama ku, kapan pun, dimana pun, dan dalam kondisi apapun.. Aku lakukan ini bukan karna aku tidak mau berusaha.. Sudah ku coba untuk mengerahkan seluruh kekuatan ku, tapi di depan mata yang aku lihat justru tak pernah sejalan dengan mimpi itu.. Dan sekarang aku hanya bisa bersabar, mungkin aku salah, tapi bagi ku, inilah yg terbaik yg bisa aku lakukan sekarang.. Teringat perkataan seseorang "kalaupun sekarang kamu belum merasa ini baik, suatu saat nanti kamu pasti akan sadar kalau ini memang yang terbaik.."
Senin, 31 Januari 2011
Suara Manja Berubah Seiring Waktu
Teringat..
Dahulu..
Bu.. pak..
Bu.. ayah..
Mah.. pah..
Bun.. Abi..
"Gendong"(suara manja keluar
dari mulut kita).
Teringat..
Dahulu..
"Suapin"(suara manja
keluar dari mulut kita)
Teringat..
Dahulu..
"Temenin adek ke
kamar mandi, "takut"..
Teringat..
Sekarang..
Ah cerewet amat sih nih orang
tua..
Teringat..
Sekarang..
Pelit amat sih ama anak!
Teringat..
Sekarang..
Kenapa sih gw punya orang
tua miskin?
Dahulu dengan Sekarang..
Apa yang telah kita berikan??
Apa yang telah kita lakukan??
Dan ingatlah ketika Luqman,
berkata kepada anaknya.
Bersyukur kepada Allah dan
kepada kedua orang tuamu..
Seorang ayah, yang memberi
pesan kepada anaknya untuk
mendirikan shalat, jangan
mempersekutukan Allah,
memperlakukan kedua orang
tua dengan baik, menanamkan
bahwa hanya kepada Allah
tempat kita kembali.
Seorang
ayah yang berkata kepada
anaknya, bahwa setiap
kebaikan akan dibalas oleh
Allah,
berkata kepada anaknya
untuk berbuat yang makruf
dan mencegah perbuatan yang
mungkar, bersabar terhadap
apa yang menimpa diri kita,
dan mengingatkan supaya diri
kita jangan sombong.(QS 31:
13-19)
Ini lah pesan yang mungkin
dahulu orang tua kita berikan..
Wahai ayahku.. sesungguhnya
aku bermimpi melihat sebelas
bintang, matahari, dan bulan,
kulihat semuanya sujud padaku,
lalu Ayahnya nabi Yusuf
berkata, janganlah engkau
cerita kepada saudara -
saudaramu, mereka akan
membuat tipu daya untuk
membinasakanmu.
Sungguh
setan itu musuh yang jelas
bagi manusia(QS 12: 4-5)
Dahulu tempat kita cerita
adalah kedua orang tua kita..
Sekarang, kita lebih meminta
pendapat, kita lebih terbuka
kepada orang lain dibanding
kedua orang tua kita..
Ketika pasukan firaun,
melakukan inspeksi, interogasi
ke seluruh wilayah, mencari
setiap anak laki - laki yang baru
lahir untuk dibunuh,
“Dan kami ilhamkan
kepada ibu Musa ; “Susuilah
dia dan apabila kamu khawatir
terhadapnya maka jatuhkanlah
dia ke sungai (Nil). Dan
janganlah kamu khawatir dan
jangan (pula) bersedih hati,
karena sesungguh-nya Kami
akan mengembalikannya
kepadamu, dan menjadikannya
(salah seorang) dari para
rasul ”. (QS: Al-Qashash: 7).
Ibu kita..
melindungi
kita, menyayangi kita,
"Ibunya
telah mengandungnya dalam
keadaan yang lemah
yang"bertambah - tambah dan
menyapihnya dalam usia dua
tahun"(QS 31:14)
9 bulan bukan waktu
yang sebentar sahabat, dengan
membawa kita, dengan kondisi
kandungan yang sangat
rentan, perlu kehatian - hatian..
Sungguh, apa - apa yang kita
berikan, apa - apa bakti kita,
belum mampu menandingi
pada saat kita ibu kita
mengandung..
Apalagi
menandingi kasih sayang ibu
kita selama ini, doa - doa,
nasehat - nasehat yang
diberikan.
Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda :
Apabila seorang anak Adam
meninggal, maka akan
terputus amalannya kecuali
tiga perkara :
1. Shadaqoh jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Doa anak shalih.
di surga, bersama kedua orang
tua.
Dahulu..
Bu.. pak..
Bu.. ayah..
Mah.. pah..
Bun.. Abi..
"Gendong"(suara manja keluar
dari mulut kita).
Teringat..
Dahulu..
"Suapin"(suara manja
keluar dari mulut kita)
Teringat..
Dahulu..
"Temenin adek ke
kamar mandi, "takut"..
Teringat..
Sekarang..
Ah cerewet amat sih nih orang
tua..
Teringat..
Sekarang..
Pelit amat sih ama anak!
Teringat..
Sekarang..
Kenapa sih gw punya orang
tua miskin?
Dahulu dengan Sekarang..
Apa yang telah kita berikan??
Apa yang telah kita lakukan??
Dan ingatlah ketika Luqman,
berkata kepada anaknya.
Bersyukur kepada Allah dan
kepada kedua orang tuamu..
Seorang ayah, yang memberi
pesan kepada anaknya untuk
mendirikan shalat, jangan
mempersekutukan Allah,
memperlakukan kedua orang
tua dengan baik, menanamkan
bahwa hanya kepada Allah
tempat kita kembali.
Seorang
ayah yang berkata kepada
anaknya, bahwa setiap
kebaikan akan dibalas oleh
Allah,
berkata kepada anaknya
untuk berbuat yang makruf
dan mencegah perbuatan yang
mungkar, bersabar terhadap
apa yang menimpa diri kita,
dan mengingatkan supaya diri
kita jangan sombong.(QS 31:
13-19)
Ini lah pesan yang mungkin
dahulu orang tua kita berikan..
Wahai ayahku.. sesungguhnya
aku bermimpi melihat sebelas
bintang, matahari, dan bulan,
kulihat semuanya sujud padaku,
lalu Ayahnya nabi Yusuf
berkata, janganlah engkau
cerita kepada saudara -
saudaramu, mereka akan
membuat tipu daya untuk
membinasakanmu.
Sungguh
setan itu musuh yang jelas
bagi manusia(QS 12: 4-5)
Dahulu tempat kita cerita
adalah kedua orang tua kita..
Sekarang, kita lebih meminta
pendapat, kita lebih terbuka
kepada orang lain dibanding
kedua orang tua kita..
Ketika pasukan firaun,
melakukan inspeksi, interogasi
ke seluruh wilayah, mencari
setiap anak laki - laki yang baru
lahir untuk dibunuh,
“Dan kami ilhamkan
kepada ibu Musa ; “Susuilah
dia dan apabila kamu khawatir
terhadapnya maka jatuhkanlah
dia ke sungai (Nil). Dan
janganlah kamu khawatir dan
jangan (pula) bersedih hati,
karena sesungguh-nya Kami
akan mengembalikannya
kepadamu, dan menjadikannya
(salah seorang) dari para
rasul ”. (QS: Al-Qashash: 7).
Ibu kita..
melindungi
kita, menyayangi kita,
"Ibunya
telah mengandungnya dalam
keadaan yang lemah
yang"bertambah - tambah dan
menyapihnya dalam usia dua
tahun"(QS 31:14)
9 bulan bukan waktu
yang sebentar sahabat, dengan
membawa kita, dengan kondisi
kandungan yang sangat
rentan, perlu kehatian - hatian..
Sungguh, apa - apa yang kita
berikan, apa - apa bakti kita,
belum mampu menandingi
pada saat kita ibu kita
mengandung..
Apalagi
menandingi kasih sayang ibu
kita selama ini, doa - doa,
nasehat - nasehat yang
diberikan.
Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda :
Apabila seorang anak Adam
meninggal, maka akan
terputus amalannya kecuali
tiga perkara :
1. Shadaqoh jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Doa anak shalih.
di surga, bersama kedua orang
tua.
Dan, Semesta pun Kehilangan Pelita Terindahnya
Ketika Al-Musthafa berada
dihadapan Ku pandangi
pesonanya dari ujung kaki hingga
kepala, Tahukah kalian apa yang
terjelma? Cinta!(Abu Bakar ra)
eramuslim - Nabi demam kembali,
kini panasnya semakin tinggi.
Lemah ia berbaring,
menghadapkan wajah pada
Fatimah anak kesayangan. Sudah
beberapa hari terakhir,
kesehatannya tidak lagi menawan.
Senin itu, kediaman manusia
paripurna didatangi seorang
berkebangsaan Arab dengan
wajah rupawan. Di depan pintu, ia
mengucapkan salam
"Assalamu’alaikum duhai para
keluarga Nabi dan sumber
kerasulan, bolehkah saya
menjumpai kekasih Allah?".
Fatimah yang sedang mengurusi
ayahnya, tegak dan berdiri di
belakang pintu "Wahai Abdullah,
Rasulullah sedang sibuk dengan
dirinya sendiri". Fatimah berharap
tamu itu mengerti dan pergi,
namun suara asing semula kembali
mengucapkan salam yang
pertama.
"Alaikumussalam, hai hamba Allah"
kali ini Nabi yang menjawabnya.
"Anakku sayang, tahukah engkau
siapakah yang kini sedang berada
di luar?"
"Tidak tahu ayah, bulu kudukku
meremang mendengar suaranya"
"Sayang, dengarkan baik-baik, di
luar itu adalah dia, pemusnah
kesenangan dunia, pemutus nafas
di raga dan penambah ramai para
ahli kubur". Jawaban nabi terakhir
membuat fatimah jatuh terduduk.
Fatimah menangis seperti anak
kecil.
"Ayah, kapan lagi aku akan
mendengar dirimu bertutur, harus
bagaimana aku menuntaskan
kerinduan kasih sayang engkau,
tak akan lagi ku memandang
wajah kesayangan ayahanda"
pedih Fatimah. Nabi tersenyum,
lirih ia memanggil " Sayang,
mendekatlah, kemarikan
pendengaranmu sebentar".
Fatimah menurut, dan Kekasih
Allah itu berbisik mesra di telinga
anaknya, "Engkau adalah
keluargaku yang pertama kali
menyusul sebentar kemudian".
Seketika wajah fatimah tidak lagi
pasi tapi bersinar.
Lalu kemudian, Fatimah
mempersilahkan tamu itu masuk.
Malaikat pencabut maut berparas
jelita itu pun kini berada di
samping Muhammad.
"Assalamu’alaikum ya utusan Allah"
dengan takzim malaikat memberi
salam.
"Salam sejahtera juga untukmu
pelaksana perintah Allah, apakah
tugasmu saat ini, berziarah
ataukah mencabut nyawa si
lemah?" tanya nabi. Angin
berhembus dingin.
"Aku datang untuk keduanya,
berziarah dan mencabut
nyawamu, itupun setelah engkau
perkenankan, jika tidak Allah
memerintahkanku untuk kembali"
"Di manakah engkau tinggalkan
Jibril? Duhai izrail?"
"Ia ku tinggal di atas langit dunia".
Tak lama kemudian, Jibril pun
datang dan memberikan salam
kepada seseorang yang juga
dicintanya karena Allah.
"Ya Jibril, gembirakanlah aku saat
ini" pinta Al-Musthafa.
Terdengar Jibril bersuara pelan di
dekat telinga manusia pilihan,
"Sesungguhnya pintu langit telah
di buka, dan para Malaikat tengah
berbaris menunggu sebuah
kedatangan, bahkan pintu-pintu
surga juga telah di lapangkan
hingga terlihat para bidadari yang
telah berhias menyongsong
kehadiran yang paling ditunggu-
tunggu".
"Alhamdulillah, betapa Allah maha
penyayang" sendu Nabi, wajahnya
masih saja pucat pasi.
"Dan Jibril, masukkan kesenangan
dalam hati ini, bagaimana keadaan
ummatku nanti".
"Aku beri engkau sebuah kabar
akbar, Allah telah berfirman,
"Sesungguhnya Aku, telah
mengharamkan surga bagi semua
Nabi, sebelum engkau
memasukinya pertama kali, dan
Allah mengharamkan pula sekalian
umat manusia sebelum
pengikutmu yang terlebih dahulu
memasukinya" Jawaban Jibril itu
begitu berpengaruh. Maha suci
Allah, wajah Nabi dilingkupi denyar
cahaya. Nabi tersenyum gembira.
Betapa ia seperti tidak sakit lagi.
Dan ia pun menyuruh malaikat
izrail mendekat dan menjalankan
amanah Allah.
Izrail, melakukan tugasnya.
Perlahan anggota tubuh pembawa
cahaya kepada dunia satu persatu
tidak bergerak lagi. Nafas manusia
pembawa berita gembira itu
semakin terhembus jarang.
Pandangan manusia pemberi
peringatan itu kian meredup sunyi.
Hingga ketika ruhnya telah berada
di pusat dan dalam genggaman
Izrail, nabi sempat bertutur,
"Alangkah beratnya penderitaan
maut". Jibril berpaling tak sanggup
memandangi sosok yang selalu ia
dampingi di segala situasi.
"Apakah engkau membenciku
Jibril"
"Siapakah yang sampai hati
melihatmu dalam keadaan sekarat
ini, duhai cinta," jawabnya sendu.
Sebelum segala tentang manusia
terindah ini menjadi kenangan,
dari bibir manis itu terdengar
panggilan perlahan "Ummatku …
Ummatku….". Dan ia pun dengan
sempurna kembali. Nabi
Muhammad Saw, pergi dengan
tersenyum, pada hari senin 12
Rabi'ul Awal, ketika matahari telah
tergelincir, dalam usia 63 tahun.
Muhammad, Nabi yang Ummi,
Kekasih para sahabat di masanya
dan di sepanjang usia semesta,
meninggalkan gemilang cahaya
kepada dunia. Muhammad,
pemberi peringatan kepada semua
manusia, menorehkan dalam-
dalam tinta keikhlasan di lembaran
sejarah. Muhammad, yang
bersumpah dengan banyak
panorama indah alam: "demi siang
bila datang dengan benderang
cahaya, demi malam ketika telah
mengembang, demi matahari
sepenggalah naik", telah
membumbungkan Islam kepada
cakrawala megah di angkasa sana.
Ia, Muhammad, menembus setiap
gendang telinga sahabatnya
dengan banyak kuntum-kuntum
sabda pengarah dalam menjalani
kehidupan. Ia, Muhammad, yang di
sanjung semua malaikat di setiap
tingkatan langit, berbicara tentang
surga, sebagai tebusan utama,
bagi setiap amalan yang
dikerjakan. Ia, Muhammad yang
selalu menyayangi fakir miskin dan
anak yatim, menggelorakan
perintah untuk senantiasa
memperhatikan manusia lain yang
berkekurangan. Dan Ia,
Muhammad, tak akan pernah
kembali lagi.
Sungguh, Madinah berubah kelabu.
Banyak manusia terlunta di sana.
Dan Aisyah ra, yang pangkuannya
menjadi tempat singgah kepala
Rasulullah di saat terakhir
kehidupannya, menyenandungkan
syair kenangan untuk sang
penerang, suaranya bening.
Syahdunya membumbung ke jauh
angkasa. Beginilah Aisyah
menyanjung sang Nabi yang telah
pergi:
Wahai manusia yang tidak
sekalipun mengenakan sutera,
Yang tidak pernah sejeda pun
membaringkan raga pada
empuknya tilam Wahai kekasih
yang kini telah meninggalkan
dunia, Ku tau perut mu tak pernah
kenyang dengan pulut lembut roti
gandum
Duhai, yang lebih memilih tikar
sebagai alas pembaringan Duhai,
yang tidak pernah terlelap
sepanjang malam karena takut
sentuhan neraka Sa ’ir
Dan Umar r.a yang paling dekat
dengan musuh di setiap medan
jihad itu, kini menghunus pedang.
Pedang itu menurutnya
diperuntukkan untuk setiap mulut
yang berani menyebut kekasih
kesayangannya telah kembali
kepada Allah. Umar tatap wajah-
wajah para sahabat itu setajam
mata pedangnya, meyakinkan
mereka bahwa Umar sungguh-
sungguh. Umar terguncang. Umar
bersumpah. Umar berteriak
lantang. Umar menjadi sedemikian
garang. Ia berdiri di hadapan para
sahabat yang terlunta-lunta
menunggu kabar manusia yang
dicinta.
Dan Abu Bakar, sahabat yang
paling lembut hatinya, melangkah
pelan menuju jasad manusia mulia.
Langkahnya berjinjit, khawatir kan
mengganggu seseorang yang
tidur berkekalan, pandangannya
lurus pada sesosok cinta yang
dikasihinya sejak pertama
berjumpa. Raga berparas
rembulan itu kini bertutup kain
selubung. Abu bakar hampir
pingsan. Nafasnya berhenti
berhembus, tertahan. Sekuat
tenaga, ia bersimpuh di depan
jasad wangi al-Musthafa. Ingin
sekali membuka penutup wajah
yang disayangi arakan awan,
disanjung hembusan angin dan
dielu-elukan kerlip gemintang,
namun tangannya selalu saja
gemetar. Lama Abu bakar
termenung di depan jenazah
pembawa berkah. Akhirnya, demi
keyakinannya kepada Allah, demi
matahari yang masih akan terbit,
demi mendengar rintihan pedih
ummat di luar, Abu bakar mengais
sisa-sisa keberanian. Jemarinya
perlahan mendekati penutup
tubuh suci Rasulullah, dan
dijumpailah, wajah yang tak
pernah menjemukan itu. Abu
bakar memesrai Nabi dengan
mengecup kening indahnya.
Hampir tak terdengar ia berucap,
"Demi ayah dan bunda, indah nian
hidupmu, dan indah pula
kematianmu. Kekasih, engkau
memang telah pergi". Abu bakar
menunduk. Abu Bakar mematung.
Abu Bakar berdoa di depan tubuh
nabi yang telah sunyi.
Dan Bilal bin Rabah, yang suaranya
selalu memenuhi udara Madinah
dengan lantunan adzan itu, tak lagi
mampu berseru di ketinggian
menara mesjid. Suaranya selalu
hilang pada saat akan menyebut
nama kekasih ‘Muhammad’. Di
dekat angkasa, seruannya berubah
pekik tangisan. Tak jauh dari
langit, suaranya menjelma isak
pedih yang tak henti. Setiap berdiri
kukuh untuk mengumandangkan
adzan, bayangan Purnama
Madinah selalu saja jelas
tergambar. Tiap ingin menyeru
manusia untuk menjumpai Allah,
lidahnya hanya mampu berucap
lembut, "Aku mencintaimu duhai
Muhammad, aku merindukanmu
kekasih". Bilal, budak hitam yang
kerap di sanjung Nabi karena
suara merdunya, kini hanya
mampu mengenang Sang kekasih
sambil menatap bola raksasa pergi
di kaki langit.
Dan, terlalu banyak cinta yang
menderas di setiap jengkal lembah
madinah. Yang tak pernah bisa
diungkapkan. Semesta menangis.
***
Sahabat, Sang penerang telah
pergi menemui yang Maha tinggi.
Purnama Madinah telah kembali,
menjumpai kekasih yang merindui.
Dan semesta, kehilangan pelita
terindahnya. Saya mengenangmu
ya Rasulullah, meski hanya dengan
setitik tinta pena. Saya
mengingatimu duhai pembawa
cahaya dunia, meski hanya dengan
selaksa kata. Dan saya meminjam
untaian indah peredam gemuruh
dada, yang dilafadzkan Hasan Bin
Tsabit, salah seorang sahabat
penyair dari masa mu:
Engkau adalah ke dua biji mata ini
Dengan kepergianmu yang
anggun, Aku seketika menjelma
menjadi seorang buta Yang tak
perkasa lagi melihat cahaya
Siapapun yang ingin mati
mengikutimu Biarlah ia pergi
menemui ajalnya, Dan Aku, Hanya
risau dan haru dengan kepergian
terindah mu
Sahabat, kenanglah Nabi
Muhammad Saw, meski dalam
kelengangan yang sempurna, agar
hal ini menjadi obat ajaib, penawar
dan penyembuh kegersangan hati
yang kerap berkunjung. Agar, di
akhirat kelak, dengan agung Nabi
memanggil semua manusia yang
senantiasa merindukan dan
mencintainya. Adakah yang paling
mempesona dihadapanmu, ketika
suara suci Nabi menyapamu
anggun, menjumpaimu dengan
paras yang tak pernah kau mampu
bayangkan sebelumnya. Adakah
yang paling membahagiakan di
kedalaman hatimu, ketika sesosok
yang paling kau cinta sepenuh
jiwa dan raga, berada nyata di
dekatmu dan menemuimu dengan
senyuman yang paling manis
menembusi relung kalbu. Dan
adakah di dunia ini yang paling
menerbangkan perasaanmu ke
angkasa, ketika jemari terkasih
menggapaimu untuk memberikan
naungan perlindungan dari siksa
pedih azab neraka. Adakah
sahabat???
Jika saat ini ada yang bening di
kedua sudut kelopak matamu,
berbahagialah, karena mudah-
mudahan ini sebuah pertanda.
Pertanda cinta tak bermuara. Dan,
ketika kau tak dapati air mata saat
ini, kau sungguh mampu
menyimpan cinta itu di dasar
hatimu.
Salam saya, untuk semua sahabat.
Mari bersama bergenggaman,
saling mengingatkan, saling
memberikan keindahan ukhuwah
yang telah Rasulullah tercinta
ajarkan. Mari Sahabat!
dihadapan Ku pandangi
pesonanya dari ujung kaki hingga
kepala, Tahukah kalian apa yang
terjelma? Cinta!(Abu Bakar ra)
eramuslim - Nabi demam kembali,
kini panasnya semakin tinggi.
Lemah ia berbaring,
menghadapkan wajah pada
Fatimah anak kesayangan. Sudah
beberapa hari terakhir,
kesehatannya tidak lagi menawan.
Senin itu, kediaman manusia
paripurna didatangi seorang
berkebangsaan Arab dengan
wajah rupawan. Di depan pintu, ia
mengucapkan salam
"Assalamu’alaikum duhai para
keluarga Nabi dan sumber
kerasulan, bolehkah saya
menjumpai kekasih Allah?".
Fatimah yang sedang mengurusi
ayahnya, tegak dan berdiri di
belakang pintu "Wahai Abdullah,
Rasulullah sedang sibuk dengan
dirinya sendiri". Fatimah berharap
tamu itu mengerti dan pergi,
namun suara asing semula kembali
mengucapkan salam yang
pertama.
"Alaikumussalam, hai hamba Allah"
kali ini Nabi yang menjawabnya.
"Anakku sayang, tahukah engkau
siapakah yang kini sedang berada
di luar?"
"Tidak tahu ayah, bulu kudukku
meremang mendengar suaranya"
"Sayang, dengarkan baik-baik, di
luar itu adalah dia, pemusnah
kesenangan dunia, pemutus nafas
di raga dan penambah ramai para
ahli kubur". Jawaban nabi terakhir
membuat fatimah jatuh terduduk.
Fatimah menangis seperti anak
kecil.
"Ayah, kapan lagi aku akan
mendengar dirimu bertutur, harus
bagaimana aku menuntaskan
kerinduan kasih sayang engkau,
tak akan lagi ku memandang
wajah kesayangan ayahanda"
pedih Fatimah. Nabi tersenyum,
lirih ia memanggil " Sayang,
mendekatlah, kemarikan
pendengaranmu sebentar".
Fatimah menurut, dan Kekasih
Allah itu berbisik mesra di telinga
anaknya, "Engkau adalah
keluargaku yang pertama kali
menyusul sebentar kemudian".
Seketika wajah fatimah tidak lagi
pasi tapi bersinar.
Lalu kemudian, Fatimah
mempersilahkan tamu itu masuk.
Malaikat pencabut maut berparas
jelita itu pun kini berada di
samping Muhammad.
"Assalamu’alaikum ya utusan Allah"
dengan takzim malaikat memberi
salam.
"Salam sejahtera juga untukmu
pelaksana perintah Allah, apakah
tugasmu saat ini, berziarah
ataukah mencabut nyawa si
lemah?" tanya nabi. Angin
berhembus dingin.
"Aku datang untuk keduanya,
berziarah dan mencabut
nyawamu, itupun setelah engkau
perkenankan, jika tidak Allah
memerintahkanku untuk kembali"
"Di manakah engkau tinggalkan
Jibril? Duhai izrail?"
"Ia ku tinggal di atas langit dunia".
Tak lama kemudian, Jibril pun
datang dan memberikan salam
kepada seseorang yang juga
dicintanya karena Allah.
"Ya Jibril, gembirakanlah aku saat
ini" pinta Al-Musthafa.
Terdengar Jibril bersuara pelan di
dekat telinga manusia pilihan,
"Sesungguhnya pintu langit telah
di buka, dan para Malaikat tengah
berbaris menunggu sebuah
kedatangan, bahkan pintu-pintu
surga juga telah di lapangkan
hingga terlihat para bidadari yang
telah berhias menyongsong
kehadiran yang paling ditunggu-
tunggu".
"Alhamdulillah, betapa Allah maha
penyayang" sendu Nabi, wajahnya
masih saja pucat pasi.
"Dan Jibril, masukkan kesenangan
dalam hati ini, bagaimana keadaan
ummatku nanti".
"Aku beri engkau sebuah kabar
akbar, Allah telah berfirman,
"Sesungguhnya Aku, telah
mengharamkan surga bagi semua
Nabi, sebelum engkau
memasukinya pertama kali, dan
Allah mengharamkan pula sekalian
umat manusia sebelum
pengikutmu yang terlebih dahulu
memasukinya" Jawaban Jibril itu
begitu berpengaruh. Maha suci
Allah, wajah Nabi dilingkupi denyar
cahaya. Nabi tersenyum gembira.
Betapa ia seperti tidak sakit lagi.
Dan ia pun menyuruh malaikat
izrail mendekat dan menjalankan
amanah Allah.
Izrail, melakukan tugasnya.
Perlahan anggota tubuh pembawa
cahaya kepada dunia satu persatu
tidak bergerak lagi. Nafas manusia
pembawa berita gembira itu
semakin terhembus jarang.
Pandangan manusia pemberi
peringatan itu kian meredup sunyi.
Hingga ketika ruhnya telah berada
di pusat dan dalam genggaman
Izrail, nabi sempat bertutur,
"Alangkah beratnya penderitaan
maut". Jibril berpaling tak sanggup
memandangi sosok yang selalu ia
dampingi di segala situasi.
"Apakah engkau membenciku
Jibril"
"Siapakah yang sampai hati
melihatmu dalam keadaan sekarat
ini, duhai cinta," jawabnya sendu.
Sebelum segala tentang manusia
terindah ini menjadi kenangan,
dari bibir manis itu terdengar
panggilan perlahan "Ummatku …
Ummatku….". Dan ia pun dengan
sempurna kembali. Nabi
Muhammad Saw, pergi dengan
tersenyum, pada hari senin 12
Rabi'ul Awal, ketika matahari telah
tergelincir, dalam usia 63 tahun.
Muhammad, Nabi yang Ummi,
Kekasih para sahabat di masanya
dan di sepanjang usia semesta,
meninggalkan gemilang cahaya
kepada dunia. Muhammad,
pemberi peringatan kepada semua
manusia, menorehkan dalam-
dalam tinta keikhlasan di lembaran
sejarah. Muhammad, yang
bersumpah dengan banyak
panorama indah alam: "demi siang
bila datang dengan benderang
cahaya, demi malam ketika telah
mengembang, demi matahari
sepenggalah naik", telah
membumbungkan Islam kepada
cakrawala megah di angkasa sana.
Ia, Muhammad, menembus setiap
gendang telinga sahabatnya
dengan banyak kuntum-kuntum
sabda pengarah dalam menjalani
kehidupan. Ia, Muhammad, yang di
sanjung semua malaikat di setiap
tingkatan langit, berbicara tentang
surga, sebagai tebusan utama,
bagi setiap amalan yang
dikerjakan. Ia, Muhammad yang
selalu menyayangi fakir miskin dan
anak yatim, menggelorakan
perintah untuk senantiasa
memperhatikan manusia lain yang
berkekurangan. Dan Ia,
Muhammad, tak akan pernah
kembali lagi.
Sungguh, Madinah berubah kelabu.
Banyak manusia terlunta di sana.
Dan Aisyah ra, yang pangkuannya
menjadi tempat singgah kepala
Rasulullah di saat terakhir
kehidupannya, menyenandungkan
syair kenangan untuk sang
penerang, suaranya bening.
Syahdunya membumbung ke jauh
angkasa. Beginilah Aisyah
menyanjung sang Nabi yang telah
pergi:
Wahai manusia yang tidak
sekalipun mengenakan sutera,
Yang tidak pernah sejeda pun
membaringkan raga pada
empuknya tilam Wahai kekasih
yang kini telah meninggalkan
dunia, Ku tau perut mu tak pernah
kenyang dengan pulut lembut roti
gandum
Duhai, yang lebih memilih tikar
sebagai alas pembaringan Duhai,
yang tidak pernah terlelap
sepanjang malam karena takut
sentuhan neraka Sa ’ir
Dan Umar r.a yang paling dekat
dengan musuh di setiap medan
jihad itu, kini menghunus pedang.
Pedang itu menurutnya
diperuntukkan untuk setiap mulut
yang berani menyebut kekasih
kesayangannya telah kembali
kepada Allah. Umar tatap wajah-
wajah para sahabat itu setajam
mata pedangnya, meyakinkan
mereka bahwa Umar sungguh-
sungguh. Umar terguncang. Umar
bersumpah. Umar berteriak
lantang. Umar menjadi sedemikian
garang. Ia berdiri di hadapan para
sahabat yang terlunta-lunta
menunggu kabar manusia yang
dicinta.
Dan Abu Bakar, sahabat yang
paling lembut hatinya, melangkah
pelan menuju jasad manusia mulia.
Langkahnya berjinjit, khawatir kan
mengganggu seseorang yang
tidur berkekalan, pandangannya
lurus pada sesosok cinta yang
dikasihinya sejak pertama
berjumpa. Raga berparas
rembulan itu kini bertutup kain
selubung. Abu bakar hampir
pingsan. Nafasnya berhenti
berhembus, tertahan. Sekuat
tenaga, ia bersimpuh di depan
jasad wangi al-Musthafa. Ingin
sekali membuka penutup wajah
yang disayangi arakan awan,
disanjung hembusan angin dan
dielu-elukan kerlip gemintang,
namun tangannya selalu saja
gemetar. Lama Abu bakar
termenung di depan jenazah
pembawa berkah. Akhirnya, demi
keyakinannya kepada Allah, demi
matahari yang masih akan terbit,
demi mendengar rintihan pedih
ummat di luar, Abu bakar mengais
sisa-sisa keberanian. Jemarinya
perlahan mendekati penutup
tubuh suci Rasulullah, dan
dijumpailah, wajah yang tak
pernah menjemukan itu. Abu
bakar memesrai Nabi dengan
mengecup kening indahnya.
Hampir tak terdengar ia berucap,
"Demi ayah dan bunda, indah nian
hidupmu, dan indah pula
kematianmu. Kekasih, engkau
memang telah pergi". Abu bakar
menunduk. Abu Bakar mematung.
Abu Bakar berdoa di depan tubuh
nabi yang telah sunyi.
Dan Bilal bin Rabah, yang suaranya
selalu memenuhi udara Madinah
dengan lantunan adzan itu, tak lagi
mampu berseru di ketinggian
menara mesjid. Suaranya selalu
hilang pada saat akan menyebut
nama kekasih ‘Muhammad’. Di
dekat angkasa, seruannya berubah
pekik tangisan. Tak jauh dari
langit, suaranya menjelma isak
pedih yang tak henti. Setiap berdiri
kukuh untuk mengumandangkan
adzan, bayangan Purnama
Madinah selalu saja jelas
tergambar. Tiap ingin menyeru
manusia untuk menjumpai Allah,
lidahnya hanya mampu berucap
lembut, "Aku mencintaimu duhai
Muhammad, aku merindukanmu
kekasih". Bilal, budak hitam yang
kerap di sanjung Nabi karena
suara merdunya, kini hanya
mampu mengenang Sang kekasih
sambil menatap bola raksasa pergi
di kaki langit.
Dan, terlalu banyak cinta yang
menderas di setiap jengkal lembah
madinah. Yang tak pernah bisa
diungkapkan. Semesta menangis.
***
Sahabat, Sang penerang telah
pergi menemui yang Maha tinggi.
Purnama Madinah telah kembali,
menjumpai kekasih yang merindui.
Dan semesta, kehilangan pelita
terindahnya. Saya mengenangmu
ya Rasulullah, meski hanya dengan
setitik tinta pena. Saya
mengingatimu duhai pembawa
cahaya dunia, meski hanya dengan
selaksa kata. Dan saya meminjam
untaian indah peredam gemuruh
dada, yang dilafadzkan Hasan Bin
Tsabit, salah seorang sahabat
penyair dari masa mu:
Engkau adalah ke dua biji mata ini
Dengan kepergianmu yang
anggun, Aku seketika menjelma
menjadi seorang buta Yang tak
perkasa lagi melihat cahaya
Siapapun yang ingin mati
mengikutimu Biarlah ia pergi
menemui ajalnya, Dan Aku, Hanya
risau dan haru dengan kepergian
terindah mu
Sahabat, kenanglah Nabi
Muhammad Saw, meski dalam
kelengangan yang sempurna, agar
hal ini menjadi obat ajaib, penawar
dan penyembuh kegersangan hati
yang kerap berkunjung. Agar, di
akhirat kelak, dengan agung Nabi
memanggil semua manusia yang
senantiasa merindukan dan
mencintainya. Adakah yang paling
mempesona dihadapanmu, ketika
suara suci Nabi menyapamu
anggun, menjumpaimu dengan
paras yang tak pernah kau mampu
bayangkan sebelumnya. Adakah
yang paling membahagiakan di
kedalaman hatimu, ketika sesosok
yang paling kau cinta sepenuh
jiwa dan raga, berada nyata di
dekatmu dan menemuimu dengan
senyuman yang paling manis
menembusi relung kalbu. Dan
adakah di dunia ini yang paling
menerbangkan perasaanmu ke
angkasa, ketika jemari terkasih
menggapaimu untuk memberikan
naungan perlindungan dari siksa
pedih azab neraka. Adakah
sahabat???
Jika saat ini ada yang bening di
kedua sudut kelopak matamu,
berbahagialah, karena mudah-
mudahan ini sebuah pertanda.
Pertanda cinta tak bermuara. Dan,
ketika kau tak dapati air mata saat
ini, kau sungguh mampu
menyimpan cinta itu di dasar
hatimu.
Salam saya, untuk semua sahabat.
Mari bersama bergenggaman,
saling mengingatkan, saling
memberikan keindahan ukhuwah
yang telah Rasulullah tercinta
ajarkan. Mari Sahabat!
Minggu, 09 Januari 2011
Langganan:
Komentar (Atom)


















