Beberapa detik dari kejadian itu,
peristiwa yang seharusnya tak
pantas terjadi, mungkin ada
beberapa orang yang
menganggap tak wajar, tapi
itulah yang terjadi, kemajuan
teknologi yang patut diterima
meskipun menimbulkan
bermacam kekecewaan,
kesedihan dan keburukan.
Ditinggalkan dari riuh rendak itu
semua, yang akhirnya
menghukumku dengan
kesunyian yang mematikan, sepi
dan tubuhku bagaikan tidak bisa
bergerak seperti kaku, setelah
menerima keputusan dari
pertengkaran yang sadis dengan
pacarku, ironisnya bukan dengan
empat mata atau dengan
sentuhan, namun hanya dengan
sebuah media yaitu benda yang
menimbulkan suara, kalo dilihat
oleh mata telanjang seperti
orang gila yang berbicara
sendiri.
Handphone itu kubanting sekuat-
kuatnya, lalu aku pergi berlari
entah kemana mencari
kesibukan lain seolah
membiarkan diri untuk merasa
tidak ada kejadian.tanpa
menghiraukan kondisi HP yang
ditinggalkan, mungkin telah
berkecai menjadi puing-puing
yang terpecah belah yang
bertaburan disekitar dinding
tempat dimana pelampiasan itu
jadi tumbal.
Aku putus dengan pacarku
malam ini melalui HP, sungguh
tak wajarkan kalo ini hanya
sebatas hubungan pacaran,
bagai mana kalo hubungan
suami isteri, cerai melalui HP,
hui...ih dunia-dunia.kini pikiranku
kacau balau, seperti berada
ditempat pembungan sampah
yang kotor dan kumuh, susah
untuk memisahkan dari
bermacam-macam
sampah,peristiwa ini pertama
aku alami namun sebenarnya
sudah tidak asing lagi ditelinga
orang.
Aku tidak ingin lagi memikirkan
semua itu, aku ingin plong, blank
atau kosong dari semua derita ini,
biarlah semua berlalu dengan
kesunyian malam yang setia
menemaniku, walaupun jengkrik
tak lagi melolong, sunyi dan
hampa sunyi, hanya bulan yang
menerangi dengan keindahan
alami, senyum melihatku seolah
menggambarkan bahwa bermula
episod yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar