Jumat, 25 Mei 2012

profesionalitas dalam persahabatan

pernah merasa belajar menjadi sangat menyenangkan? aku sedang merasakan hal itu sekarang, sampai2 kami hampir lupa waktu hingga tanpa sadar kami sudah terlalu lama berada di nf -tempat bimbingan belajar-. yaa kami sedang mencoba menikmati sebuah proses perjalanan menuju masa depan. dan beruntungaannya aku menemukan partner yang luar biasa, banyak pelajaran yang bisa aku petik dari temanku yang satu ini.. mungkin beberapa orang yang melihat tingkah kami berdua akan mengernyitkan dahi, betapa tidak? dari jam setengah 8 pagi, dan jam 5 sore kami baru memutuskan untuk pulang ke rumah masing2..

agak heran ketika teman-temanku yang lain semakin hari semakin ingin cepat pulang, sedangkan aku? rasanya aku ingin sekali menikmati masa-masa ini sampai waktu perpisahan tiba, aku rasa tempat ini punya sejarah tersendiri untuk hidupku, tempat ku memperjuangan cita2 sampai nanti waktu berperang itu tiba.

disudut ruangan itu, waktu menunjukkan jam 5 sore, dan kami masih asyik membicarakan tentang prodi yang akan kami pilih nanti. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, tidak lebih dari itu. kami hanya dua insan yang sedang sama-sama berjuang dan punya tujuan yang sama, bisa masuk PTN yang diinginkan dan bisa membahagiakan orang tua yang sangat kami kasihi. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, antara dua insan yang sama2 paham dan berkecimpung dalam wadah yang sama.. aku bersyukur bisa menemukan teman seperti dia, disatu sisi dia bisa jadi rival untukku tapi di sisi lain bisa menjadi penasihat ulung bagi beberapa masalahku.. murni hubungan profesionalitas dalam persahabatan, kami hanyalah 2 insan yang mencoba mengerti kelebihan dan kekurangan masing2, mencoba memahami kondisi masing2, dan berusaha mencari solusi dari kendala yang kami hadapi..

semoga Tuhan memberikan hasil terbaik untukku dan juga dirinya, serta untuk teman2 seperjuangan yang lain.. semoga Tuhan menempatkan kita di tempat terbaik menurutNya.. satu yang pasti, i can believe if you and me become success people.. :)

(jumat, 24 mei 2012)

Sabtu, 12 Mei 2012

I’m sick



Setiap kali aku merasa perasaan ini sudah tak sejalan dengan fitrahNya, ada rasa bersalah karena telah mengkhianati cintaNya. Dan pada kenyataannya diam adalah cara terbaik yang harus dilakukan. Aku mengerti, bahwa sesuatu yang digembar-gemborkan pada akhirnya hanya akan menjadi fatamorgana bagi si pelaku. Khayalan yang tidak mutlak akan terwujud, tapi justru terkadang jadi momok yang dapat menghancurkan. Memang awalnya pasti indah, bahkan lebih manis dari gula termanis di dunia ini, tapi sahabat, tak jarang juga kisah ini berakhir dengan sangat tragis. Aku rasa ada benarnya juga pepatah yang mengatakan “habis manis sepah di buang”. Semanis apa pun di awal, kalau di akhirnya pahit, pasti yang manis itu akan hilang dan yang tersisa hanya kepahitan. Itulah kenapa Tuhan mengajarkan kita untuk bersakit-sakit dahulu sebelum akhirnya bersenang-senang. Ketika kita mengikuti prinsip Tuhan, maka pada akhirnya kesakitan itu akan sirna dan digantikan oleh kesenangan yang akan terasa lebih menyenangkan karena kita telah mendapatkan sesuatu yang telah kita usahakan. Bukankah itu memuaskan?

Mungkin ada yang salah dari jiwa ini. Aku merasa sakit disekujur tubuh untuk kegalauan yang tak layak hadir di hidupku. Dan pada akhirnya aku harus kembali menikmati seni mencinta dalam diam. Dengan begitu aku masih bisa merasakan sensasi perasaan itu tanpa harus merasakan sakit pada akhirnya. Bersabarlah dalam diam, tulang rusuk ngga akan tertukar kok.. J kan semuanya sudah tertulis jelas dalam kitabNya bahkan  sejak kita masih dalam kandungan ibu tercinta..

Memang sulit untuk bisa mengontrol itu semua, apalagi dimasa labil seperti yang sedang aku alami, tapi kembali lagi pada kenyataannya, bahwa pada akhirnya kita hanya akan menyakiti diri sendiri. Ketika kita menjaga rasa ini untuk seseorang yang jauh disana, maka orang itu juga akan menjaga perasaannya untuk kita. Kata Tuhan, “perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya.”, dan Tuhan kembali mengajarkan FirmanNya bahwa seseorang disana adalah cerminan bagi diri kita. Tenang sahabat, sesuatu yang terburu-buru itu ngga baik.. bersabarlah, ikuti petunjukNya, turuti kemauanNya, pasti akhirnya akan indah.. 



(24 april 2012)

Ibu melakukan ini agar kau tidak jadi pembantu, nak !



Ini kisah tentang suara hati seorang ibu akibat keTIDAKWARASan anaknya

          Siang itu begitu kelam bagi seorang ibu yang hati nya hancur-sehancurnya setelah menerima surat panggilan dari sekolah anak kesayangannya. Surat panggilan karena anaknya sudah 5 hari tidak masuk sekolah, padahal setiap hari si ibu melihat bahwa sang anak selalu berangkat ke sekolah walau memang ada sedikit kejanggalan.. yakni si anak selalu berangkat dari rumah jam 7 pagi, sedangkan pada umumnya bel sekolah sudah berbunyi pada jam segitu. Memang jarak rumah dengan sekolah tidak begitu jauh, tapi apa iya bisa sampai di sekolah kalo baru berangkat dari rumah jam segitu ? selain karena alfa si anak yang tidak wajar, ada satu alasan lagi si ibu di panggil oleh pihak sekolah, yaitu tugas remedial anaknya belum ada yang di kumpulkan satupun.. tambah hancurlah hati si ibu karena beliau memang sempat melihat hasil ulangan sang anak, SATU sahabat.. nilainya SATU !! sangat memalukan bukan? Untuk pelajaran PKN yang tidak terlalu susah, hanya angka segitu yang didapat.. miris hati sang ibu.. beliau pun menyadari kalau selama ini anaknya tidak pernah memegang buku pelajaran sedikit pun ketika dirumah, mengerjakan PR pun ngga pernah! Anak macam apa itu.. ckck

Dengan langkah agak dipaksakan dan surat panggilan yang masih di tangan, sang ibu bergegas mengambil air wudhu dan menghadap pada Sang Empunya jiwa. Saat itu memang masih waktu Dhuha, dan si ibu memutuskan untuk shalat Dhuha 2 rakaat. Setelah menyelesaikan salam terakhirnya, air mata mengalir deras dari pelupuk mata si ibu, airmata yang sejak tadi berusaha ia tahan agar tidak mengganggu ke khusyu’an shalatnya.. dalam tangis itu si  ibu mengadu pada Tuhan, dengan suara terputus-putus bercampur kepedihan.

“oh Tuhan, maafkan hamba karena tidak becus mengurus anak yang telah belasan tahun Kau titipkan pada hamba, maafkan hamba yaa Rabb.”

Berkali-kali kalimat itu terucap dari mulutnya. Sang ibu terisak dan tak kuasa untuk mengatakan sepatah katapun lagi. Suara pintu terbuka, ternyata sang anak yang datang. sang ibu segera menghampiri sang anak dan berhambur memeluknya.

“nak, maafkan ibu yaa karena selama ini belum bisa ngasih kamu kehidupan yang layak. Maafkan, karena ibumu ini hanya seorang pembantu yang gajinya tidak seberapa dan tidak bisa memberikan kamu uang jajan seperti teman-temanmu yang lain. Maafkan karena semua kesalahan ibu, sekarang kamu menjadi anak yang seperti ini.

Sang ibu menatap wajah anaknya lekat-lekat.

“nak, ibu tahu kamu malu punya ibu seperti ibumu ini. Ibu tau kamu selalu menghindar jalan berdampingan dengan ibu ketika ibu datang ke sekolahmu. Maaf yaa nak, ibu mu hanya seorang yang tidak berpendidikan yang bisa nya Cuma bikin malu anaknya.. tapi nak, ibu sungguh ingin melihat kau sukses dan bisa sekolah setinggi-tingginya, ibu sungguh ingin mengusahakan biaya pendidikan yang semakin hari semakin mencekik, ibu tidak ingin kau menjadi pembantu, nak! Ibu tak ingin kau menjadi manusia hina seperti ibumu ini. Ibu sangat ingin melihatmu sukses dan tidak merasakan setiap beban dan hinaan yang ibu alami selama ini.. kalau bukan karena memperjuangkan hidupmu, pendidikanmu, dan masa depanmu, ibu tidak akan memaksakan diri menjadi pembantu, pekerjaan yang sangat melelahkan bagi orang tua seusia ku, tapi melihat senyummu membuat aku selalu bersemangat, demi kamu nak, semua demi masa depan mu.. !

terilhami dari kehidupan yang edan, yang semakin hari semakin bertambah edan, di zaman edan seperti sekarang ini. Semoga kita TIDAK termasuk orang edan yang hidup di antara orang-orang edan..



 (22 april 2012)

Berdiam diri = menambah semangat



Seharian ini aku berada disebuah lingkungan yang sangat luar biasa (menurutku), selalu membawa aura positif yang semakin membuat aku semangat dan makin bersemangat untuk bisa menjadi salah satu mahasiswa beruntung yang dapat menimba ilmu disana.. tapi di satu sisi juga timbul kegalauan karena ada satu universitas lagi yang menjadi idaman ku juga..

UNIVERSITAS INDONESIA selalu menimbulkan sensasi luar biasa setiap kali aku melangkahkan kakiku disana. Bagaikan sebuah hormon yang memuncak dan mempengaruhi seluruh aktivitas sel di dalam tubuhku dan memberikan semua energi positif sampai-sampai aku rasa aku sanggup mengangkat beban seberat apapun. Aura ini yang selalu aku butuhkan, selalu aku cari, dan selalu menjadi suplemen yang maha dahsyat.

Seharian ini aku berdiam diri di sudut kampus itu, di perpustakaan lebih tepatnya. Dan aku fikir itu salah satu tempat favoritku dan membuat aku selalu ingin kembali ke sana. Bertapa, begitu biasanya para pendekar mengatakan. Pertapaanku kali ini tidak biasa, karena dilakukan dlingkungan yang ramai dan penuh dengan berbagai macam jenis manusia dengan berbagai jenis jilbab yang rada aneh menurutku. Lupakan masalah jilbab, membuang waktu jika harus bercerita tentang jilbab-jilbab itu.. yang jelas, menurutku, kadang bertapa itu perlu, bukan sembarang bertapa tapi mencoba membayangkan seandainya aku berada disana dengan gelar sebagai mahasiswa disana, membayangkan apa yang akan aku lakukan kelak ketika aku sudah benar-benar menjadi bagian dari kampus itu, dan membayangkan hal-hal yang akan menjadi sejarah mengagumkan yang akan aku torehkan disana kelak.. sambil berdoa memohon pada Robbku yang Maha Bijaksana agar Dia memilihkan jalan terbaik untukku.. apapun.. apapun itu hasilnya nanti.. entah di universitas ini atau universitas yang lain, yang jelas aku selalu yakin Dia tau yang terbaik untukku dan akan selalu memberikan yang terbaik untukku.. 


(21 april 2012)

Sorot mata seorang wanita siluman



Konon sorot mata wanita yang ada dihadapanku meyiratkan sebuah kesedihan. Tidak seperti wanita normal pada umumya, tapi tak pantas juga dibilang wanita siluman. Perawakannya kekar walau didalamnya mungkin terdapat jiwa yang lembut, mungkin itu juga yang membuat sosok ini memilih jalan hidupnya menjadi seorang waria.

Agak aneh angkutan kota yang aku naiki saat itu, didalamnya ada 4 orang wanita dengan penampilan dua di antaranya yang seperti seorang pria, dan yang lainnya feminim. Tidak terlalu menjadi masalah bagiku ketika seorang wanita memutuskan untuk berpenampilan tomboy. Tapi ada hal yang cukup menjadi tamparan bagiku. Sikap mereka, perlakuan antara dua orang tomboy dengan dua wanita feminim itu layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Oh Tuhan.. apa dunia ini sudah sebegitu parahnya sampai-sampai realita yang ada di depanku seperti kisah yang pernah aku baca dan diulang beberapa kali dalam Al-Quran. Yup.. kisah nabi Luth dengan kaumnya yang menyukai sesama jenis. Sungguh durjana dunia sekarang, semoga Engkau memaafkan orang-orang itu dan tidak menurunkan azab seperti apa yang Kau turunkan pada kaum terdahulu.

Beberapa saat aku hiraukan kelakuan 4 orang edan itu dan mulai menyibukkan diri dengan handphone yang ada di genggamanku. Sampai akhirnya ada sesosok makhluk yang naik dan duduk tepat dihadapanku. Aku lihat sorot mata mengejek dari salah satu wanita tomboy itu kepada sosok yang ada dihadapan ku. Hingga akhirnya sosok itu bersuara dan terjadilah perbincangan antara sosok itu dan 4 wanita edan, pernbincangan yang agak menyeramkan buatku.

“apa liat-liat ? sama banci aja takut !”

“wess, nyantai.. piss piss..” ujar wanita tomboy sambil membentuk jari tangan seperti V

“lesbi aja takut sama banci !”

“.....“ tidak ada sepatah katapun yang keluar dari wanita tomboy itu, hanya seulas senyum mengejek yang ia lempar ke arah waria tadi.

“pacaran kan kalian? Dasar lesbi !” umpat waria itu

“diih, kita sama-sama cewek kali, mana mungkin pacaran..” dengan muka rada pucet wanita feminim mencoba menyangkal.

Perbincangan itu berhenti, sejenak aku toleh kan wajahku ke arah mereka, maklum dari tadi aku hanya bisa menundukkan pandangan, menutupi rasa takut campur heran yang sedang menggentayangiku. Aku lihat ke arah 4 makhluk edan itu, tetap tatapan mereka mengisyaratkan ejekan kepada si banci. Lain hal nya ketika aku mencoba melihat ke arah sosok waria yang tepat berada di hadapanku, sungguh sobat, melihat sorot matanya, aku bisa membayangkan betapa banyak tatapan mata mengejek yang sudah dia temui, betapa sulit jalan hidup yang harus dia lalui sebagai konsekuensi dari keputusan tak biasa yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Tapi lagi-lagi tidak berhak kita sebagai manusia terlalu menghakimi kaum sejenis ini..

Wahai sahabat, sepanjang perjalanan banyak hal yang aku fikirkan, berkaitan dengan waria itu tentunya. Semakin sering aku melihat kearahnya semakin jelas pula guratan-guratan kesedihan yang terpancar dari wajah yang tertutup make up, beda dari waria pada umumnya yang menggunakan make up sangat mencolok, sosok di depanku ini hanya menggunakan make up ala kadarnya, entah karena hari sudah malam dan make up itu mulai terhapus, atau karena memang sosok ini berbeda dengan waria pada umumnya.

Agak sotoy memang, tapi aku merasa sosok di hadapanku ini baik dan tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan sehina itu. Maaf jika aku terlalu iba bahkan simpatik padanya, aku hanya mencoba meresapi dan membayangkan jika aku ada di posisi seperti dia sekarang. Aku bingung harus menyebut sosok itu dengan sebutan wanita atau pria, silahkan kalian tentukan sendiri mana yang lebih pantas.

“kiri bang” waria itu turun

Dengan langkah gontai dia mulai berjalan menyusuri jalanan yang kejam. Lekat-lekat aku tatap sosok itu hingga menghilang di tikungan jalan.. bahkan walaupun hanya terlihat dari belakang, aku masih bisa merasakan nelangsa dalam hatinya. Kegeramanku memuncak ketika melihat ada orang yang dilecehkan hanya karena keterbatasan. Ingin aku membela namun aku tidak ingin disebut sok pahlawan, sok simpati, sok baik, dan sok2 lainnya.

Sobat, kita tidak pernah tau tentang kehidupan orang lain disekitar kita, kita tidak tau seberapa berat beban yang mereka pikul, tidak pernah tau seberapa banyak airmata yang telah mengalir dalam curahan hati kepada sang Pencipta. Lagi-lagi menjadi waria adalah jalan hidup seseorang, ketika mereka merasa nyaman dengan apa yang mereka jalani kenapa kita harus menyibukkan diri dalam problematika hidup orang lain? toh kita masih punya seabrek masalah yang harus kita selelsai kan. Jika kalian merasa kekurangan masalah, maka berhati-hatilah bisa jadi Tuhan mulai mengacuhkanmu dan tidak perduli dengan mu lagi. Sebab setiap masalah yang Tuhan berikan pada setiap hambaNya, itu adalah wujud kasih sayangnya, wujud cinta pada hambanya yang akhirnya akan membuahkan penghargaan berupa kedudukan yang lebih tinggi di sisiNya.

Sobat, taukah kalian? ketika ada seorang waria disekeliling kita, bisa jadi itu karena kesalahan kita, bisa jadi kita kurang memperhatikan mereka dan justru mengabaikan mereka, padahal sesungguhnya siapa pun berhak mendapatkan kebaikan, berhak mendapatkan ilmu agama sebagai bekal perjalanan hidupnya, mungkin selama ini mereka tidak mendapatkan hal itu dari kita hingga akhirnya mereka salah melangkah.. sebelum memulai mengejek seseorang, tidak ada salahnya jika kita introspeksi diri sendiri dulu, jika anda sudah merasa menjadi sosok sempurna yang tidak memiliki kekurangan barulah anda boleh mengejek bahkan menghakimi orang lain..

Semangat introspeksi diri.. semoga setiap kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.. dan lebih baik lagi tiap harinya..



(20 april 2012)