Sabtu, 12 Mei 2012

Tuhan, ijinkan aku jatuh cinta



Untuk kesekian kalinya aku gagal bertemu dengan sosok itu. Tapi yaa sudahlah, mungkin Tuhan memang menakdirkan aku untuk tidak bertemu dengannya. mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih indah.

Tuhan, ijinkan aku jatuh cinta. Pada sosok yang sangat mempesona. Sosok luar biasa yang belum lama aku kenal. Sosok yang memberikan banyak pelajaran dalam hidup. tentang arti sebuah mimpi, cinta, dan kesungguhan.

Tuhan, sungguh sosok itu sangat menawan. Bukan karena ketampanan tapi karena kecerdasan. Bukan karena kekayaan, melainkan ketakwaan.

Tuhan, apa aku boleh membagi sedikit cinta ini untuk dirinya ?

Tidak.. tidakk.. aku merasa tak pantas..

Tidak karena mungkin aku akan menghancurkan sinarnya..

Tidak, karena kau takut berharap sesuatu yang tak pantas aku angankan.

Tidak, aku takut Kau marah padaku karena Kau sangat pencemburu.

Tidak, karena aku takut mengotori hakikat cinta sesungguhnya, dan membuatnya melenceng mendekati sarang setan.

Mungkin sosok itu tidak akan pernah terjangkau walau di alam mimpi sekalipun. Tapi semoga aku masih bisa menikmati seni mencinta dalam diam.

Tuhan, aku harap sinar itu tetap bisa menerangi orang-orang di sekitarnya, terus menebarkan kebaikan dan memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Layaknya bulan yang selalu menerangi langit malam.

Tuhan, aku harap keindahan itu akan selalu ada seperti indahnya bunga yang bermekaran. Menyenangkan hati tiap orang yang memandang.

Tuhan, bagiku tak mengapa jika kau belum mengijinkan aku untuk membagi perasaan ini padanya. Yang aku tau, perkenalan itu akan menjadi kenangan.. nasihat-nasihat itu akan selalu tertanam. Semangatnya.... dan semua dukungannya akan senantiasa mengiringi jejak langkah kehidupan. Walau tak dapat lagi melihat sosoknya, akan selalu tercurah doa untuknya..

Sosok kakak yang tak tergantikan..


19 april 2012 (23.00)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar