Rabu, 01 Januari 2014

Tentang HandPhone dan Al-Quran


وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Dan Rasul (Muhammad) berkata. “ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini diabaikan”
Tentang kenyataan bahwasannya hari ini banyak orang yang secara sadar ataupun tidak justru bergerak menjauhi kibat sucinya, Al-Quran. Mungkin ini dampak dari perkembangan zaman. Mungkin ada yang lebih berharga dari Al-Quran yang seharusnya dijadikan pegangan hidup manusia. Barangkali sekarang justru telah berubah. Bukan lagi Al-Quran yang dijadikan pegangan hidup, tapi Handphone-lah yang menjadi pegangan hidup.

Untuk setiap orang yang belum sadar (atau pura-pura ngga sadar?) seringkali waktu kita banyak terbuang hanya untuk ngutak-ngatik layar handphone. Kepoin akun media sosial orang lain. Sepik-sepik sama orang yang padahal dia ngga ngerespon pembicaraan kita di WA, Line, bbm dll. Atau mungkin sekedar liat-liat foto orang, di zoom in-zoom out. Setidaknya itu semua fenomena yang seringkali aku temui ketika aku sedang dalam perjalanan, baik di angkutan kota ataupun kereta. Entah apa yang dilakukan, aku ngga ngerti. Mungkin sekedar mengisi waktu kosong diperjalanan, “dari pada bengong” begitu kata mereka. Sayang sekali jika waktu kita hanya dipergunakan untuk hal-hal sepele kayak tadi, non sense. Sedangkan pada kenyataanya ngga ada satu detikpun yang bisa diputar ulang. Masih banyak buku-buku yang layak untuk dibaca. Masih banyak untaian kata dalam Al-Quran yang mungkin belum pernah kita baca selama kita hidup. Lantas, akankah kita menunggu waktu-waktu berharga kita terlewati dahulu baru kemudian menyesali semua keteledoran kita hari ini??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar