Kamis, 28 November 2013

Selasa, 12 November 2013


Hari ini aku kembali menyaksikan ketika dengan seenaknya seorang dosen membatalkan jam kuliah 5 menit sebelum waktunya. Aku baru saja turun dari busway, dan harus menelan pil pahit sebagai akibat dari jarkoman mendadak itu. Kesal. Kenapa sebagian besar dosen bersikap seenaknya? Oke, mungkin mereka sibuk dengan urusan yang bisa jadi lebih penting bagi mereka. Ya, mungkin disaat-saat seperti ini kami sedang diajarkan arti kedewasaan yang sesungguhnya. Dewasa melihat segala tingkah dosen yang tidak menunjukkan kedewasaan.
                Akhir-akhir ini aku tersadar akan sesuatu. Bahwa sesungguhnya militansi bukan sekedar membicarakan sudah berapa kali seorang aktivis turun kejalan. Tapi militansi adalah ketika seorang aktivis yang begitu vocal dijalan tetap bisa menunjukkan prestasinya dibidang akademik, minimal IP harus diatas 3. Ya ya ya. Aku sadar ada yang salah dalam diri ini. Dan aku sadar harus ada yang diperbaiki. Untuk itulah akhir-akhir ini aku berusaha untuk serius menerima setiap pelajaran didalam kelas, setidaknya otakku tidak kosong. Kadang aku berpikir, beberapa hari ini aku banyak membaca buku, tapi bisakah aku mengganti semua buku yang ku baca dengan buku-buku kuliahku? Ya, mungkin aku harus mempertimbangkan itu. Karna sejujurnya, ada ketakutan akan nilai IP ku pada semester ini. Semester yang terasa sangat menyeramkan. Tapi semoga Tuhan meloloskan aku di semester ini.. aamiin
                Dan berita buruknya adalah Wiley telah datang. Setelah 2 bulan menunggu kepastian ternyata inilah kenyataan yang harus diterima. Di waktu perkuliahan yang tinggal 1 bulan lagi ini ternyata tetap harus merogoh kocek yang lumayan dalam. Bayangkan, 5ooribu hanya dipakai dalam waktu 1 bulan, mubazirkah? Ya, buatku. Terlebih dengan uang BM yang belum terlihat kepastiannya. Kalau begini maka aku harus segera membayar 500ribu itu, tapi  sampai saat ini saldo direkeningku masih belum bertambah juga. Lantas aku harus bagaimana? Allah, segera beri kepastian mengenai uang BM-ku itu, segera cairkan uang itu yaa Allah, aku sangat membutuhkannya saat ini. Aku rasa aku sudah sangat bersadar menanti sang “kekasih” datang, tapi kenapa tak kunjung tiba? Ada yang salahkah?

Dan ketika kereta yang aku tumpangi harus tertahan di pasar minggu hampir setengah jam karena ada kecelakaan di rel kereta tanjung barat. Entah siapa yang memulai. Kereta menabrak mobil? Atau mobil menabrak kereta? Aku jadi ingat kata seorang yang juga menumpang kereta, katanya “haduuh, Cuma gara-gara satu orang jadi ngerugiin ribuan orang”. Aku jadi berpikir, kasihan sekali si korban, sudah malang ditabrak kereta, masih harus dihujat orang. Siapa yang ingin dirinya ditabrak kereta? Bisa jadi dia hanya bernasib sial hari ini. Tapi untukku, bisa jadi memang Tuhan sedang menyuruhku untuk terdiam, memandangi kelakuan orang-orang sekitar, dan menarik kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar