Minggu, 2 November 2013, entah untuk keberapa kalinya air mataku kembali menetes. Aku merasa seperti anak bayi yang takut kehilangan ibunya. Semua terasa serba melankolis. Sedikit-sedikit nangis. Ngeliat orang nangis, eh malah ikut-ikutan nangis. Aku memang sangat cengeng untuk beberapa hal, terutama yang menyangkut perjuangan.
2 hari ini aku lewatkan untuk kembali mengabdi pada SMA. Hari ini adalah penentuan, mau dibawa kemana ROHIS SMAN 5 Depok setahun yang akan datang. Ya, LDK ROHIS SMAN 5 depok sedang berlangsung. Dan aku merasa setiap detik yang aku jalani disini akan menjadi sesuatu yang membuat aku harus mengevaluasi diriku kembali.
Terkadang aku merasa diriku sangat amat liar. Terkadang ada banyak hal yang membuat aku ingin memberontak. Tapi disini, yang aku hadapi saat ini, anak-anak manis dengan ketaatan yang luar biasa. tidak ada pemberontakan, semua berjalan sesuai aturan yang ada. Baik. Patuh. Aman. Sedangkan aku? Ada banyak pertentangan dalam pikiran.
Rasanya ingin menjadi seperti mereka. Ingin kembali berjuang dalam nuansa ke-rohis-an. Rasanya aku rindu zaman perjuangan bersama teman-teman dulu. Aku rindu untuk sekedar diingat shalat dhuha. Aku rindu semua nasehat-nasehat yang dulu. Aku rindu perbincangan masalah keislaman seperti dulu. Tapi kini.... Aahh, kini aku begitu payah. Payah, bahkan aku tidak bisa mengatur diriku sendiri.
Harus seera bergegas introspeksi, aku sadar itu. Banyak hal yang harus segera aku perbaiki. Seperti kata seorang kakak pagi itu disaat kedua pipi dan jabatan tangan ini bertemu dalam kehangatan, "ini peer kamu chy, banyak hal yang harus diperbaiki setahun kedepan"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar