Dan Rasul (Muhammad) berkata. “ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini diabaikan”
Tentang
kenyataan bahwasannya hari ini banyak orang yang secara sadar ataupun tidak
justru bergerak menjauhi kibat sucinya, Al-Quran. Mungkin ini dampak dari
perkembangan zaman. Mungkin ada yang lebih berharga dari Al-Quran yang
seharusnya dijadikan pegangan hidup manusia. Barangkali sekarang justru telah
berubah. Bukan lagi Al-Quran yang dijadikan pegangan hidup, tapi Handphone-lah
yang menjadi pegangan hidup.
Untuk
setiap orang yang belum sadar (atau pura-pura ngga sadar?) seringkali
waktu kita banyak terbuang hanya untuk ngutak-ngatik layar handphone. Kepoin
akun media sosial orang lain. Sepik-sepik sama orang yang padahal dia ngga
ngerespon pembicaraan kita di WA, Line, bbm dll. Atau mungkin sekedar liat-liat
foto orang, di zoom in-zoom out. Setidaknya itu semua fenomena yang seringkali
aku temui ketika aku sedang dalam perjalanan, baik di angkutan kota ataupun kereta.
Entah apa yang dilakukan, aku ngga ngerti. Mungkin sekedar mengisi waktu kosong
diperjalanan, “dari pada bengong” begitu kata mereka. Sayang sekali jika waktu
kita hanya dipergunakan untuk hal-hal sepele kayak tadi, non sense. Sedangkan pada kenyataanya ngga ada satu detikpun yang
bisa diputar ulang. Masih banyak buku-buku yang layak untuk dibaca. Masih
banyak untaian kata dalam Al-Quran yang mungkin belum pernah kita baca selama
kita hidup. Lantas, akankah kita menunggu waktu-waktu berharga kita terlewati
dahulu baru kemudian menyesali semua keteledoran kita hari ini??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar